Kwik Kian Gie Jelaskan Posisinya di Kubu Prabowo dan Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (dua dari kiri), bersama ekonom Kwik Kian Gie, dalam sebuah talk show di rumah pemenangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu malam, 26 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (dua dari kiri), bersama ekonom Kwik Kian Gie, dalam sebuah talk show di rumah pemenangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu malam, 26 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, JakartaKwik Kian Gie mengungkapkan posisinya sebagai penasihat ekonomi calon presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga Uno.

    Baca juga: Kwik Kian Gie, Penasihat Prabowo yang Pernah Menentang Megawati

    "Pak Prabowo sudah membaca buku saya sejak 2009. Beliau mengajak saya diskusi dan bukan cuma sekali. Kalau begitu, praktis saya menjadi penasihatnya," kata Kwik saat ditemui di rumah pemenangan Prabowo - Sandiaga di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu malam, 26 September 2018.

    Adapun soal posisinya di kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Kwik Kian Gie menjelaskan ia hanya narasumber. Kwik diundang oleh Direktorat Urusan Ekonomi tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf yang dipimpin Aria Bimo.

    Lantaran terkesan menunjukkan dukungan kepada kubu yang berseberangan sikap politiknya dengan PDIP, Kwik mengaku sempat ditanyai oleh sejumlah pihak. Pihak yang menanyakan itu ialah kader PDIP. "Maka di sini saja jelaskan mulanya saya dekat dengan Pak Prabowo dan Pak Sandiaga," ujarnya.

    Kwik Kian Gie mengaku memang kerap berdiskusi dengan Prabowo dan Sandiaga. Obrolan yang diramu ketiganya ialah persoalan ekonomi yang relevan. Namun, meski punya kedekatan khusus, ia tak mengambil sikap politik apa pun. Sebagai negarawan, ia memilih menjalankan statusnya sebagai penasihat ekonomi.

    Baca juga: 40 Ekonom Termasuk Kwik Kian Gie, Susun Konsep untuk Prabowo

    "Siapa pun yang butuh pemikiran dalam buku saya, saya persilakan," katanya. Sebab, ujar Kwik, yang ia pikirkan bukan soal untung-untungan politik, melainkan menemukan solusi terhadap persoalan ekonomi yang lesu dan nilai tukar dolar yang makin meroket.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.