Survei: Demokrat Paling Tidak Solid Dukung Prabowo - Sandiaga

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan para kader Partai Demokrat mengangkat tangannya dalam perayaan ulang tahun ke-17 Partai Demokrat, di Jakarta, Senin, 17 September 2018. Dalam perayaan ulang tahun ke-17 ini, Partai Demokrat mengangkat tema

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan para kader Partai Demokrat mengangkat tangannya dalam perayaan ulang tahun ke-17 Partai Demokrat, di Jakarta, Senin, 17 September 2018. Dalam perayaan ulang tahun ke-17 ini, Partai Demokrat mengangkat tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik yang Beradab". TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan Partai Demokrat merupakan partai yang paling tidak solid dalam mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden 2019, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Baca: Soal Hubungan dengan Demokrat, Deddy Mizwar: Baju Masih Biru

    "Sebagian besar pemilih Demokrat memilih Jokowi - Ma'ruf ketimbang memilih Prabowo," kata Burhanuddin di kantor Indikator, Jakarta Pusat, Rabu, 26 September 2018.

    Berdasarkan hasil survei Indikator pada 1-6 September 2018, sebanyak 53 persen basis pemilih Demokrat mendukung pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Sedangkan basis yang segaris lurus dengan dukungan elite Demokrat, yaitu mendukung Prabowo-Sandiaga, sekitar 43,4 persen.

    Menurut Burhanuddin, dalam ilmu politik, kondisi tersebut merupakan split ticket voting, yaitu pilihan partai pendukung tidak nyambung dengan keinginan basis massa mereka.

    Adapun partai pendukung Prabowo - Sandiaga yang basis pemilihnya sejalan dengan elite partai atau straight ticket voting, di antaranya Partai Gerindra dengan 77,9 persen. Selanjutnya Partai Keadilan Sejahtera juga relatif solid dengan 63,3 persen. Selain itu Partai Amanat Nasional juga relatif solid dengan 64 persen basis pemilihnya mendukung Prabowo-Sandiaga.

    Baca: Soal Walk Out SBY, Demokrat Sebut Jokowi Bisa Didiskualifikasi

    Di kubu Jokowi - Maruf, partai yang dianggap solid ialah PDI Perjuangan dengan 93,2 persen basis pemilihnya segaris lurus dengan keputusan elite partai. Disusul Partai NasDem dengan 78 persen, dan Partai Kebangkitan Bangsa 76,3 persen.

    Burhanuddin memberikan catatan untuk Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Sebanyak 55,4 persen basis pemilih Golkar memilih Jokowi - Ma'ruf. Namun, 36 persen mendukung Prabowo - Sandiaga. "Ini besar sekali 36 persen," katanya.

    Partai pendukung Jokowi - Ma'ruf lainnya yang tidak solid ialah Partai Persatuan Pembangunan. Burhanuddin menuturkan separuh basis massa PPP mendukung Prabowo - Sandiaga dengan 44,4 persen.

    Adapun di antara partai non-parlemen yang memiliki konsituen dalam jumlah besar, Perindo menjadi partai yang relatif solid. Sebanyak 64,5 persen basis pemilih Perindo ikut mendukung Jokowi - Maruf. Sedangkan yang mendukung Prabowo-Sandiaga sekitar 32,3 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.