Begini Prabowo Prihatin Meninggalnya Suporter Persija

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres Prabowo Subianto dalam acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Ahad, 23 September 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    Capres Prabowo Subianto dalam acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Ahad, 23 September 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta -Calon presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin atas kekerasan suporter sepak bola yang menyebabkan tewasnya Haringga Sirila. Prabowo mengatakan, semua pihak turut bersedih atas peristiwa tersebut.

    "Kita selalu sedih kalau ada seperti itu," kata Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Selasa malam, 25 September 2018.|

    Baca : Bertemu Dubes Arab Saudi, Prabowo Tampik Dapat Dukungan di Pilpres

    Menurut Prabowo, kekerasan dalam bentuk apapun tak semestinya terjadi di olahraga. Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia ini berharap kekerasan serupa tak terjadi di kesempatan-kesempatan berikutnya.

    "Kita berharap olahraga jangan sampai ada kekerasan lah. Kita prihatin," kata Prabowo. Haringga Sirla, 23 tahun, meninggal karena dikeroyok suporter Persib Bandung saat hendak menonton laga Persija Jakarta melawan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Ahad, 23 September 2018. Suporter Jakmania asal Cengkareng, Jakarta Barat itu dikeroyok sekitar tiga jam sebelum pertandingan dimulai.

    Kematian Haringga menambah daftar panjang daftar hitam kekerasan suporter sepak bola di Indonesia. Dalam rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta, Haringga merupakan korban tewas yang ketujuh.
    Jauh lebih baik.

    Simak juga :
    Teka-teki Pengganti Sandiaga Uno, Kerabat Dekat Prabowo?

    Kasus ini kini tengah ditangani Kepolisian Resor Kota Besar Bandung. Kepolisian menangkap 16 orang, delapan orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana karena melakukan penganiayaan secara bersama-sama hingga mengakibatkan korban meninggal.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.