Perludem Minta Caleg Berani Blak-blakan Riwayat ke Publik

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz, Peneliti LIPI Syamsudin Haris, dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam diskusi Pilpres 2019 di kantor ICW, Jakarta Selatan, 6 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz, Peneliti LIPI Syamsudin Haris, dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam diskusi Pilpres 2019 di kantor ICW, Jakarta Selatan, 6 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengkritik calon legislator atau caleg yang tak mau membuka profilnya kepada masyarakat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) didesak menampilkan riwayat mereka kepada masyarakat.

    Titi mengatakan ada sejumlah caleg yang tak mau membuka riwayatnya kepada masyarakat.

    Baca : Ini 38 Nama Eks Napi Korupsi yang Menjadi Caleg 2019.

    Hal ini bisa dilihat di situs KPU yang belum menampilkan semua data soal caleg. Salah satunya, caleg dari Partai Demokrat yang maju di daerah pemilihan Banten III.

    Menurut dia, tak ada alasan bagi caleg untuk menutup diri. Jika terpilih, mereka pasti membutuhkan saran dan terus berkomunikasi dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi di lapangan.

    "Kalau dia saja jaga jarak dengan pemilihnya, dia anggota dewan macam apa ketika dia terpilih," katanya di PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa, 25 September 2018.

    Simak pula :
    M Taufik Sambangi Kediaman Prabowo Malam Ini, Bahas Wagub DKI?

    Titi meminta KPU membuka semua riwayat caleg kepada masyarakat. Menurut dia, jika para caleg tersebut "bersih", maka tak perlu risih.

    Titi pun mengajak masyarakat tak memilih caleg yang tidak membuka profilnya. Dia mengatakan, sikap tertutup dari para caleg itu mengindikasikan perilaku koruptif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.