bank bjb Biayai Infrastruktur Tol Cipali dan BIJB Kertajati

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana setelah acara penandatanganan perjanjian nota sindikasi pembiayaan pembangunan infrastruktur Tol Cipali dan airport link Tol BIJB Kertajati di Hotel Raffles Jakarta pada 17 September 2018, yang juga melibatkan bank bjb.

    Suasana setelah acara penandatanganan perjanjian nota sindikasi pembiayaan pembangunan infrastruktur Tol Cipali dan airport link Tol BIJB Kertajati di Hotel Raffles Jakarta pada 17 September 2018, yang juga melibatkan bank bjb.

    INFO NASIONAL – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) ikut terlibat membiayai pembangunan infrastruktur Tol Cipali dan airport link Tol BIJB Kertajati. Keterlibatan bank bjb merupakan komitmen perseroan ikut membangun Indonesia.

    Akhir-akhir ini pemerintah giat membangun infrastruktur untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan cepat di masa yang akan datang. Pembangunan infrastruktur meliputi jalan tol, bandara, pelabuhan, angkutan massal, dan akses penghubung lainnya.

    Namun demikian, pembangunan tersebut tidak bisa hanya ditopang oleh pemerintah. Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak akan cukup membiayai semua proyek yang nilainya triliunan rupiah. Oleh karenanya, diperlukan dukungan semua pihak, ikut membantu membiayai proyek tersebut.

    Dukungan itu juga dilakukan bank bjb pada proyek infrastruktur di Jawa Barat yaitu Tol Cipali (ruas Cikopo - Palimanan) dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Di mana, bank bjb menjadi salah satu bank partisipan pada pembiayaan sindikasi senilai Rp 8,889 triliun kepada PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

    bank bjb menjadi salah satu lembaga perbankan dan non-perbankan yang ikut pada pembiayaan sindikasi berjangka waktu 15 tahun. bank bjb menyalurkan kredit dengan plafond Rp 751,4 miliar. Sindikasi Rp 711.450.889.291 dialokasikan untuk tranche A dan Rp 39.949.110.709 untuk tranche B.

    Selain bank bjb ada Bank BCA selaku Mandated Lead Arranger and Bookrunners (MLAB), Agen Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Penampungan, Sarana Multi Infrastruktur dan Bank Mandiri sebagai lead arranger. Kemudian Bank Panin sebagai arranger, serta Indonesia Infrastructure Finance, Bank DKI, dan Bank ICBC Indonesia sebagai partisipan.

    Penandatanganan nota sindikasi dilakukan di Hotel Raffles Jakarta pada 17 September 2018. Hadir sebagai pihak debitur PT LMS serta perwakilan pemegang saham, yaitu UEM Group Berhad dan Astra Infra. Beberapa perwakilan kreditur juga ikut hadir, termasuk perwakilan manajemen bank bjb.

    Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan dalam berbagai kesempatan mengatakan, bank bjb akan fokus ikut membiayai proyek infrastruktur yang saat ini sedang gencar dilakukan pemerintah. Kendati fokus pada infrastruktur, bank bjb tak mengesampingkan pembiayaan pada sektor UMKM dan konsumer.

    Pembiayaan infrastruktur kendati bertenor lama, namun memberi kontribusi terhadap kenaikan pendapatan. Kontribusi bank bjb diharapkan memberikan multiplier effect secara langsung kepada masyarakat. “Ini komitmen kami ikut membangun Indonesia memahami negeri,” kata dia.

    Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya, Datuk Mohd Zulastri Mohd Amin berharap, dengan adanya program pendanaan seperti ini dapat memberikan fleksibilitas PT Lintas Marga Sedaya selaku operator Jalan Tol Cipali dalam meningkatkan pelayanan. Selain bermanfaat memberi nilai tambah kepada stakeholder terkait.

    “Proyek pembangunan airport link menuju BIJB Kertajati dari Jalan Tol Ruas Cikopo – Palimanan diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat akses. Sehingga, dapat meningkatkan jumlah penumpang serta perekonomian di sekitarnya,” kata dia. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.