Dedi Mulyadi Akan Gelar Nobar Film G30SPKI di DPD Golkar Jabar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta pada Senin, 20 November 2017. TEMPO/Putri.

    Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta pada Senin, 20 November 2017. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Bandung - Ketua tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akan menggelar acara nonton bareng film G30SPKI di kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat di Jalan Maskumambang, Kota Bandung.

    Baca juga: Gatot Nurmantyo, Isu PKI Bangkit, dan Perintah Putar Film G30SPKI

    "Jadi, pada tanggal 29 atau 30 September, kami akan menggelar nonton bareng film G30SPKI. Saya tidak akan ragu untuk menonton itu," kata Dedi di Kota Bandung, Selasa, 25 September 2018.

    Ia mengatakan akan mengundang seluruh unsur koalisi yang tergabung dalam tim kampanye daerah Jawa Barat, termasuk para kepala daerah pendukung Jokowi dan Ma'ruf. "Nobar ini terbuka juga buat masyarakat. Kapasitasnya bisa sampai 1.000 orang. Bahkan, kami akan menyiapkan kopi dan bajigur," ujarnya.

    Dengan menggelar acara nobar film tersebut, kata Dedi, timnya ingin menghapus stigma terkait dengan pendukung Jokowi yang alergi terhadap fim garapan sutradara almarhum Arifin C. Noer. "Jadi, urgensinya, kami tidak ada problem apa pun dengan menonton film itu. Selama ini, ada stigma seolah-olah kalau tidak nonton tidak anti-PKI," ujarnya.

    Baca: Ditantang Gatot Nurmantyo Nobar Film G30SPKI, Ini Jawaban TNI AD

    Menurut Dedi, saat ini persoalan film atau cap tidak anti-PKI tidak usah menjadi perdebatan. Selain tidak bermutu, persoalan fundamentalis dan komunis sudah tidak relevan. Sebab, dia menambahkan, saat ini pertarungan lebih besar pada figur capres dan cawapres serta kerja partai.

    "Saya ingin menghilangkan dikotomi. Dikotomi bukan berbahaya, melainkan tidak memiliki nilai pendidikan buat rakyat. Sekarang seperti ada cap, partai sebelah sini kekiri-kirian, sebelah sana kanan. Dari dahulu, posisi Golkar itu di tengah, kami ingin memberi warna," ujarnya.

    Ia mengatakan bahwa pola kampanye untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf akan bicara terkait dengan keberhasilan dan bagaimana tim kampanye daerah menjawab persoalan dan kekurangan calon inkumben. "Kepala daerah yang mendukung pun diminta menunjukkan kinerja pelayanan publik agar suaranya diikuti oleh warga," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.