Ada Kader Pro Prabowo - Sandiaga, Golkar: Tidak Mewakili Partai

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat Konferensi Pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu 15 September 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat Konferensi Pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu 15 September 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan Golkar masih solid mendukung Calon Presiden inkumben Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Ia mengatakan video yang menyebut Golkar mendukung Prabowo - Sandiaga (Go Prabu), tidak merepresentasikan partai ini.

    Baca: Kelompok Golkar Go Prabu Deklarasikan Dukungan ke Prabowo - Sandi

    "Hanya dua orang caleg dari Golkar, tidak merepresentasikan Golkar, jadi angin lalu saja, tidak perlu dibesar-besarkan, kami tetap mendukung Jokowi - Ma'ruf," kata Ace, Selasa, 25 September 2018. Sebelumnya, beredar video yang caleg Golkar yang menyatakan dukungan untuk Prabowo - Sandiaga.

    Ace menegaskan telah melakukan penelusuran terhadap wajah-wajah lain di video tersebut. Namun, ia meyakinkan hanya ada dua orang kader Golkar di dalam video tersebut. Selain dua orang ini, kata Ace, mereka dipastikan bukan kader Golkar. Ace mengatakan Majelis Etik Golkar akan turun tangan terhadap dua kader tersebut.

    Sikap resmi dukungan Golkar terhadap Jokowi - Ma'aruf telah diputuskan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa yang diikuti oleh kader DPD kabupaten, kota, provinsi, hingga DPP. "Sikap resmi ini enggak bisa direduksi oleh satu-dua orang caleg," kata Ace.

    Simak juga: Golkar Anggap Angin Lalu Kader yang Deklarasi Prabowo - Sandiaga

    Deklarasi dukungan caleg Golkar kepada kubu oposisi diunggah dalam sebuah video. Dalam rekaman tersebut seseorang berteriak, "Siapa capres kita?" kata seorang di antaranya. Caleg lain menyahut dengan lantang, "Prabowo." Lantas dilanjutkan dengan slogan yang mantap. "Go Prabu, menang... menang... menang..."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.