Bareskrim Polri Tangkap Pembobol Bank Senilai Rp 14 Triliun

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto saat pelantikan Wakapolri dan sertijab Kabareskrim di Mabes Polri, Jakarta, 17 Agustus 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto saat pelantikan Wakapolri dan sertijab Kabareskrim di Mabes Polri, Jakarta, 17 Agustus 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Mabes Polri menangkap tujuh tersangka pelaku pembobolan 14 bank dengan kerugian Rp 14 triliun. Modus pelaku adalah dengan memanipulasi dana piutang nasabah kredit sebagai jaminan.

    Baca: Cara Pembobol Kartu Kredit dan Debit Kelabui Korban Penipuan

    "Jumlah nilai kreditnya dimanipulasi, di-mark up," ujar Wakil Direktur Tipideksus Komisaris Besar Daniel Tahi Monang Silitonga saat ditemui di kantornya, Senin, 24 September 2018.

    Menurut Daniel, setelah memanipulasi, para tersangka mengajukan pinjaman fasilitas kredit modal kerja dan fasilitas kredit rekening koran kepada pihak bank melalui PT SNP, yang merupakan perusahaan para tersangka bekerja.

    Daniel menambahkan, dengan jaminan data kreditor, pihak bank pun tidak ragu untuk menguncurkan dana kepada perusahaan tersangka.

    Baca: Polisi Tangkap Pembobol Kartu Kredit Bermodus Pembelian Pulsa

    Ada pun para tersangka merupakan petinggi di PT SNP, yaitu DS sebagai direktur, RA sebagai direktur keuangan, AP sebagai direktur operasional, AS sebagai asisten manajer keuangan dan customer service. Kasus ini, data Daniel, bermula dari laporan salah satu bank yang mengalami kerugian.

    Daniel menyebutkan, pihaknya pun telah membekukan 14 rekening milik tersangka, serta menyegel gedung tempat perusahaan tersebut beroperasi di Jakarta.

    Kepolisian, ujar Daniel, mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati dalam memilih jasa kredit. Kepada pihak bank, dia meminta agar tidak asal dalam memberikan dana kredit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.