Jokowi Antar Jenazah Adik Ipar Hingga ke Pemakaman

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, berpelukan dalam acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018. Kedua calon pemimpin negara itu tampak akrab dan mesra dalam acara tersebut. AP Photo/Tatan Syuflana

    Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, berpelukan dalam acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018. Kedua calon pemimpin negara itu tampak akrab dan mesra dalam acara tersebut. AP Photo/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melayat ke kediaman adik iparnya yang meninggal, Hari Mulyono di Solo, Senin 24 September 2018. Jokowi juga ikut di dalam iringan kendaraan yang mengantar mendiang hingga ke pemakaman.

    Jenazah suami dari Idayati itu tiba dari Jakarta ke rumah duka pada pukul 16.00 WIB. Sedangkan Jokowi yang mengenakan baju batik dan berpeci datang bersama rombongannya tiba di rumah duka sekitar setengah jam kemudian.

    Keluarga lantas menggelar prosesi pemberangkatan jenazah dari rumah duka. Sebelum pemberangkatan jenazah, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo menyerahkan akta kematian kepada keluarga mendiang.

    Setelah upacara usai, peti jenazah langsung dibawa ke mobil ambulans yang telah dipersiapkan. Jokowi juga segera memasuki mobilnya dan ikut dalam iringan kendaraan menuju pemakaman yang berada di Desa Mundu, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, satu kompleks dengan makam ayah Jokowi.

    Hari Mulyono tutup usia setelah beberapa lama sakit. "Menjalani perawatan di Jakarta," kata salah satu kerabat, Haryanto. Mendiang meninggalkan satu istri serta dua anak.

    Selama ini mendiang ikut mengelola perusahaan mebel milik Jokowi, PT Rakabu. Dia juga pernah memimpin sebuah asosiasi perusahaan penghasil papan barecore, Indonesian Barecore Association (IBCA).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.