PAN Jelaskan 2 Alasan SBY Walk Out Deklarasi Damai Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo Subianto. Foto: Istimewa

    Pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo Subianto. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) memutuskan meninggakan lokasi deklarasi damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Monas pada Ahad, 23 September 2018. Aksi SBY walk out ini pun ramai menjadi pembicaraan di media sosial.

    Baca: SBY Walk Out di Acara Deklarasi Damai, Begini Respons PDIP

    Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan partai koalisi pendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo - Sandiaga) telah melayangkan keluhannya KPU. "Kami menduga ada kecurangan," kata Eddy, Senin, 24 September 2018. Berikut dua kecurangan versi kubu Prabowo - Sandiaga yang dilakukan pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin.

    1. Soal Atribut

    Eddy mengatakan ada atribut kampanye pemenangan yang dipakai oleh relawan Projo pendukung Jokowi - Ma’aruf. Atribut itu berupa kaos. Padahal, KPU tidak mengizinkan penggunaan atribut yang bergambar calon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.