Ketua Umum Projo: Apa yang Membuat SBY Marah?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi (kanan) dan Sekjen DPP Projo Handoko (kiri) menghadiri Rakernas IV Projo di Jakarta, Minggu, 16 September 2018. Rakernas organisasi relawan pendukung Jokowi itu digelar dengan mengangkat tema

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi (kanan) dan Sekjen DPP Projo Handoko (kiri) menghadiri Rakernas IV Projo di Jakarta, Minggu, 16 September 2018. Rakernas organisasi relawan pendukung Jokowi itu digelar dengan mengangkat tema "Melanjutkan Kemenangan Rakyat". ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mempertanyakan alasan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY meninggalkan acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 lantaran merasa terganggu dengan kelompok relawan Projo. "Apa yang membuat presiden RI keenam itu marah?" kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 23 September 2018.

    Baca juga: KPU Belum Terima Surat Protes SBY Soal Acara Deklarasi Kampanye

    Budi mengatakan kehadiran Projo dalam Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 bertujuan untuk menjadikan pesta demokrasi 2019 berlangsung dengan damai dan penuh kegembiraan. "Kami menghormati siapapun parpol peserta pemilu 2019. Kami menghormati Pak SBY sebagai Presiden RI ke enam. Begitu pula Bu Mega dan Pak Habibie," ujarnya.

    Dalam acara deklarasi itu, Budi berujar kelompok Projo hanya menyanyikan 'Jokowi lagi, Jokowi lagi'. Ia mengatakan kelompoknya tidak pernah berniat untuk memprovokasi siapapun. "Bahwa kami hadir dalam jumlah yang besar dan penuh semangat kegembiraan, wajar saja," ucapnya.

    Sebelumnya, SBY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat - salah satu partai pengusung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno - memprotes dan memilih meninggalkan acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019. Menurut Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, SBY merasa tidak nyaman saat acara berlangsung karena relawan pendukung Jokowi sempat meneriaki rombongan SBY.

    “Ketika kami melintas, rombongan pendukung Pak Jokowi meneriaki rombongan Pak SBY secara tidak patut, dan kami anggap itu perlakuan yang tidak sewajarnya,” ucap Ferdinand dalam acara deklarasi.

    Baca juga: SBY Tinggalkan Deklarasi Kampanye, Demokrat Kirim Surat Protes

    Merespons yang dikatakan Ferdinand, Budi mempertanyakan apa salahnya berteriak 'Pak SBY ayo dukung Jokowi'. Budi mengatakan, sebagai tokoh nasional, seharusnya ajakan yang demikian wajar saja untuk SBY.

    "Kalau enggak mau ya nggak apa- apa. Demokrasi kan menghormati perbedaan pendapat. Faktanya banyak kader Partai Demokrat yang mendukung Jokowi di berbagai daerah seperti Pakde Karwo dan Lucas Enembe," kata dia.

    Budi menilai kelompok relawannya tidak melanggar satupun perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut, ia meminta agar rakyat menikmati pesta demokrasi pemilu 2019 dengan penuh kegembiraan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.