Polri Sebut Kabar Mahasiswa ke Markas TNI di Medan Dipelintir

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua kelompok massa yang pro dan kontra terhadap Pemerintahan Joko Widodo terlibat bentrok di Medan, Kamis, 20 September 2018. ISTIMEWA

    Dua kelompok massa yang pro dan kontra terhadap Pemerintahan Joko Widodo terlibat bentrok di Medan, Kamis, 20 September 2018. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menampik kabar adanya mahasiswa yang meminta bantuan anggota TNI saat unjuk rasa yang berujung ricuh di DPRD Sumatera Utara, yang berada di Medan beberapa waktu lalu.

    Baca juga:  Polisi Minta Bubar, Demonstran Mahasiswa Mengaji

    "Ah ini, dipelintir saja kabarnya. Kami sama TNI bersama-sama kok pengamanannya," ujar Setyo di kawasan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada Ahad, 23 September 2018.

    Dalam video yang tayang di media sosial tampak beberapa mahasiswa yang berunjuk rasa masuk ke dalam Markas Kodim 0201/BS di Jalan Pengadilan, Medan. Mereka meminta perlindungan kepada angota TNI karena mengaku diserang aparat kepolisian.

    Unjuk rasa yang dilakukan pada 20 September 2018 itu berujung ricuh setelah massa mahasiswa terlibat bentrok dengan massa pro pemerintah Jokowi.

    Awalnya, sejumlah mahasiswa mengkritisi kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi. Sebaliknya, Komunitas Masyarakat Cinta NKRI memuji-muji pemerintah Jokowi. Tiba-tiba tanpa diketahui persis penyebabnya, kericuhan terjadi di antara kedua kubu tersebut.

    Baca juga: Cegah Bentrok Pro dan Kontra Jokowi di Medan, Ini Langkah Polisi

    Aparat kepolisian dari Polrestabes Medan memukul mundur mahasiswa. Para mahasiswa pun kocar-kacir dan diduga dipukuli. Puluhan mahasiswa menyelamatkan diri dengan meminta tolong kepada anggota TNI, dengan masuk ke halaman depan Markas Kodim 0201/BS di Jalan Pengadilan Medan.

    Bentrokan tersebut menyebabkan sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka dan perlu mendapatkan perawatan medis yang serius.

    Saat ini, polisi sedang mencari tahu siapa yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut. "Sedang kami cari tuh yang adu domba," ucap Setyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.