Jumat, 19 Oktober 2018

Mundur dari Rais Aam PBNU, Ma'ruf Amin: Ada Amanah Belum Tuntas

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PBNU terpilih Said Aqil Siradj (tengah) mencium tangan Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin (kiri) saat penutupan Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, 6 Agustus 2015. Berdasarkan hasil muktamar tersebut, Said Aqil Siradj terpilih kembali menjadi Ketua PBNU periode 2015-2020 secara aklamasi. ANTARA/Zabur Karuru

    Ketua Umum PBNU terpilih Said Aqil Siradj (tengah) mencium tangan Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin (kiri) saat penutupan Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, 6 Agustus 2015. Berdasarkan hasil muktamar tersebut, Said Aqil Siradj terpilih kembali menjadi Ketua PBNU periode 2015-2020 secara aklamasi. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta- Calon wakil presiden Ma'ruf Amin mengatakan ada amanah yang belum tuntas saat dia melepaskan jabatan sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Sabtu, 22 September 2018. Ma'ruf  seharusnya menjabat sampai 2020, sehingga, menurutnya, ada beberapa amanah yang belum selesai.

    "Dalam hitungan saya, selama waktu lima tahun periode kepengurusan, program kerja amanah Muktamar NU di Jombang harus sudah terlaksana semua. Tapi rupanya Allah SWT berkehendak lain. 'Azam saya untuk menuntaskan amanah tersebut sulit untuk terlaksana," ujar Ma'ruf Amin saat menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Rais Aam di kantor PBNU.

    Baca: Ma'ruf Amin Resmi Mundur dari Jabatan Rais Aam PBNU

    Ma'ruf menuturkan semenjak terpilih sebagai Rais Aam dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur,  2015, dia mengaku sudah berniat mewakafkan diri untuk menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya. Tugas utama menegakkan dan menjaga metode berpikir dan metode bergerak NU menjadi fokus kerja-nya selama ini.

    Melalui penguatan institusi Syuriah di setiap jenjang kepengurusan, ujar dia, agenda untuk lebih memantapkan pemahaman dan pengamalan Ahlussunnah Wal-jamaah an-Nahdliyah bagi warga NU dilakukan secara terstruktur, sistematis dan berkelanjutan. Sedangkan upaya mengefektifkan organisasi, dilakukan dengan terus mendorong dan menggerakkan pengurus tanfidziyah dan lembaga/badan otonom di bawah NU untuk terus berupaya menjalankan program kerja hasil Muktaramar di Jombang.

    Untuk itu, ujar dia, tugas-tugas yang belum selesai itu dia serahkan kepada Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang menggantikan posisinya untuk sementara. "Meskipun demikian, perlu saya sampaikan bahwa di manapun dan sampai kapan pun saya adalah kader Nahdlatul Ulama. Pilihan saya ini merupakan jalur perjuangan baru untuk kemaslahatan yang lebih luas. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan kelancaran," ujar Ma'ruf Amin.

    Simak: Cerita Ma'ruf Amin Sulit Tinggalkan Posisi Rais Aam PBNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.