Minggu, 16 Desember 2018

Lembaga Pemasyarakatan di DKI Diklaim Bersih dari Sel Mewah

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, I Wayan K Dusak menunjukkan barang sitaan saat pemusnahan hasil razia di lembaga pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas II A Cipinang, Jakarta, 23 Desember 2015. Barang yang dimusnahkan merupakan hasil pengeledahan dari enam lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta. ANTARA/M Agung Rajasa

    Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, I Wayan K Dusak menunjukkan barang sitaan saat pemusnahan hasil razia di lembaga pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas II A Cipinang, Jakarta, 23 Desember 2015. Barang yang dimusnahkan merupakan hasil pengeledahan dari enam lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI, Bambang Sumardiono, memastikan sudah tidak ada sel mewah di lembaga pemasyarakatan (lapas) di DKI. "Tidak ada. Sudah kita bersihkan semua, rutin," kata Bambang di Lapas Klas IIA Narkotika Jakarta, Jumat, 21 September 2018.

    Baca: Tak Hanya Lapas Sukamiskin, Penjara Ini Pernah Punya Sel Mewah

    Bambang menuturkan, para petugas kini sudah rutin melakukan operasi. Selain memastikan tidak ada sel mewah, operasi dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba di dalam lapas.

    Kasus sel mewah di lapas terungkap setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Lapas Sukamiskin, Bandung, beberapa waktu lalu. KPK menetapkan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen sebagai tersangka dalam kasus suap pemberitan fasilitas mewah dan pemberian izin keluar.

    KPK juga menemukan sejumlah sel dengan fasilitas-fasilitas berlebihan yang berbeda dengan standar sel lainnya di dalam Lapas Sukamiskin. Temuan ini senada dengan yang pernah ditulis majalah Tempo edisi Februari 2017. Selain sel mewah, Majalah Tempo menulis adanya fasilitas mewah seperti saung atau gazebo tempat para narapidana menerima tamu.

    Baca juga: 6 Napi Ini Pernah Kepergok Pelesiran di Luar Lapas Sukamiskin

    Menurut mantan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin dan mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad yang pernah menghuni Sukamiskin, saung-saung itu dibangun secara patungan oleh narapidana. Saung dilengkapi dengan sofa berbusa tebal, kulkas mini, dispenser, bahkan satu set sound system. Sejumlah narapidana berduit banyak dikabarkan memiliki saung-saung itu secara pribadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".