Rabu, 24 Oktober 2018

PKS Antisipasi Lobi-lobi M Taufik Soal Kursi Wagub DKI

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, memberikan keterangan seusai melakukan pertemuan di DPP PKS, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, memberikan keterangan seusai melakukan pertemuan di DPP PKS, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak menutup mata terhadap kemungkinan lobi politik yang dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik soal kursi wakil gubernur DKI Jakarta. Taufik disebut-sebut bakal melobi DPRD dalam rapat paripurna pemilihan Wagub DKI Jakarta yang akan menggantikan Sandiaga Uno.

    Baca: PKS Ajukan Dua Nama Kandidat Wagub DKI Jakarta

    Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, lobi merupakan kelaziman dalam politik. Kendati begitu, dia menyebut bahwa ada kesepakatan antara PKS dan Partai Gerindra ihwal posisi wakil gubernur DKI Jakarta ini. Dia mengatakan komitmen saling percaya ini juga harus dipegang.

    "Sudah aksiomatik dalam politik pasti ada lobi-lobi, tapi kami percaya bahwa politik ini dibangun dengan komitmen saling percaya," kata Sohibul di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis malam, 20 September 2018.

    Hal ini disampaikan Sohibul saat ditanya soal antisipasi terkait lobi-lobi yang akan dilakukan Taufik di sidang paripurna DPRD DKI Jakarta.

    Baca: PKS Minta Taufik Gerindra Tak Maju Cawagub DKI Jakarta

    Dalam sejumlah kesempatan, Sohibul mengklaim partainya lebih berhak mengirimkan pengganti Sandiaga Uno. Sebab, kata dia, PKS sudah rela tak mendapat jatah calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019.

    Namun, komitmen yang disebut Sohibul itu tak lantas diakui M Taufik. Taufik mengatakan Gerindra sebagai salah satu partai pengusung juga berhak mengirimkan kandidat pengganti Sandiaga. Dia pun mendesak semua pihak untuk mengikuti mekanisme yang akan berjalan di DPRD DKI Jakarta saja.

    Sohibul mengatakan, pada dasarnya PKS memegang pernyataan yang sudah disampaikan Prabowo. Sohibul mengklaim Prabowo sudah berkomitmen memberikan kursi DKI 2 itu untuk partainya. Adapun ihwal sikap ngotot Taufik, kata Sohibul, merupakan urusan internal Partai Gerindra.

    Baca: Wagub DKI Jakarta, Anies Baswedan Akan Pilih Ahmad Syaikhu?

    "Yang kami pegang itu kan sesama pimpinan partai. Jadi silakan saja Pak Taufik sampaikan keinginannya ke Pak Prabowo. Yang jelas Pak Prabowo sudah punya komitmen," ujar Sohibul.

    Sohibul pun melanjutkan, PKS masih menaruh kepercayaan bahwa Gerindra bakal menepati komitmen tersebut. Dia menyebut kesepakatan itu sebagai fatsun politik yang mesti dijalankan.

    "Saya juga ingin percaya kepada teman-teman Gerindra, termasuk di dalamnya Saudara Taufik, mari kita jaga komitmen ini karena ini fatsun politik," ucapnya.

    Baca: Anies Terima Keppres Sandiaga, PKS Gerindra Resmi Bertarung

    PKS sudah mengajukan dua nama pengganti Sandiaga, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto. Sohibul juga sudah meminta Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra untuk membuat surat pengajuan yang memuat dua nama itu.

    "Tadi sudah disampaikan dan ditanyakan kembali, dan Pak Prabowo tetap berkomitmen," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.