Megawati: Saya Ketawa Ada Usul Debat Pilpres Pakai Bahasa Inggris

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri berpidato dalam acara Rakornas PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Megawati Soekarnoputri berpidato dalam acara Rakornas PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir usulan debat calon presiden atau capres dengan berbahasa Inggris, yang belakangan ramai diperbincangkan politikus.

    Baca juga: Soal Debat Bahasa Inggris, Jokowi: Bahasa Nasional Kita Indonesia

    "Saya ketawa waktu debat itu ada yang usulkan bahasa Inggris. Ke mana bahasa kita?" ujar Megawati dalam acara bertajuk “Atribusi Partai Galang Pemilih Muda Masa Depan Indonesia”, Kamis, 20 September 2018.

    Megawati mencontohkan, penyanyi internasional sekelas Anggun C. Sasmi saja kerap tetap terlihat menggunakan bahasa Jawa. "Seperti Anggun itu, dia punya debut internasional. Tinggal di Prancis, bisa bahasa Prancis, tapi dia tetap tak meninggalkan Jawa-nya," ujar Megawati disambut riuh tepuk tangan kader PDIP.

    Usul debat menggunakan bahasa Inggris pertama kali dilontarkan oleh koalisi partai politik pengusung Prabowo - Sandiaga Uno. Setelah menggelar rapat di Jalan Daksa, Jakarta, 13 September lalu, Ketua DPP Partai Amanat Nasional Yandri Susanto mengatakan debat dalam bahasa Inggris diperlukan karena presiden akan berinteraksi dengan orang dari semua negara. Usulan tersebut kemudian menuai kritik.

    Belakangan, capres Prabowo Subianto telah menolak usul debat pilpres 2019 berbahasa Inggris itu. Menurut dia, debat capres-cawapres lebih baik menggunakan bahasa Indonesia. “Enggak perlulah. Bahasa Indonesia saja, bahasa kebangsaan,” katanya di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat, 14 September 2018.

    Baca juga: Debat Pilpres Bahasa Inggris Jadi Perbincangan, PAN: Itu Penting

    Bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo, Sandiaga Uno, juga menolak usulan penggunaan bahasa Inggris dalam debat capres-cawapres. Menurut Sandiaga, masyarakat akan lebih mudah memahami isi acara debat bila memakai bahasa Indonesia. “Saya rasa enggak perlu,” ujarnya. Sandiaga mengatakan tidak semua masyarakat mampu berbahasa Inggris. Dia khawatir isi debat pilpres hanya bisa dicerna golongan tertentu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.