Ridwan Kamil Pimpin Pelantikan Kepala Daerah Tahap Pertama

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung sekaligus Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil, memberi wejangan terakhir kepada kepala dinas dan camat di Bandung, Selasa, 4 September 2018. Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan melantik Ridwan bersama sejumlah kepala daerah lain. TEMPO/Prima Mulia

    Wali Kota Bandung sekaligus Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil, memberi wejangan terakhir kepada kepala dinas dan camat di Bandung, Selasa, 4 September 2018. Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan melantik Ridwan bersama sejumlah kepala daerah lain. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin pelantikan kepala daerah hasil pilkada serentak Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Purwakarta, serta Kabupaten Sumedang hari ini, Kamis, 20 September 2018, di Gedung Merdeka, Bandung. “Gubernur Ridwan Kamil akan memimpin pelantikan.” Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa menyampaikan dalam keterangan tertulis.

    Mereka yang dilantik adalah Wali Kota Bandung Oded Mohamad Dainal-Yana Mulyana, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono, Bupati Bandung Barat Aa Umbara-Hengki Kurniawan, Wali Kota Sukabumi Ahmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika-Aming, serta Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir-Erwan Setiawan.

    Baca: Pelantikan Gubernur Terpilih di Istana, Berikut ...

    Pelantikan dijadwalkan selama satu jam dimulai pukul 09.00. Sebelumnya enam pasangan kepala daerah beserta istrinya akan berjalan kaki dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka. Selepas pelantikan, mereka akan diarak dengan delman menuju Gedung Sate. Rute yang dilewati arak-arakan adalah Gedung Merdeka-Cikapundung-Braga-Viaduct-Wastukencana-Riau-Dago-Sulanjana-Gedung Sate.  

    Pelantikan enam kepala daerah itu merupakan bagian dari 16 daerah yang melaksanakan pilkada serentak di Jawa Barat. Mereka dilantik berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri tanggal 29 Januari 2018. Pelantikan kedua digelar pada 26 Desember 2018 untuk Kuningan, Kota Banjar, Majalengka, serta Subang. Gelombang ketiga tangal 14 Maret 2019 untuk kepala daerah Kabupaten Bogor, dan Garut. Dan tahap empat tanggal 6 Juni 2019 untuk Kabupaten Cirebon, Ciamis, dan Kota Bogor.

    Baca: Ini Alasan Pelantikan Gubernur Hanya Diikuti ...

    Sebelumnya, Ridwan Kamil mengaku mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri meminta agar pelantikan bupati/walikota terpilih tahap pertama dipercepat menjadi 15 September 2018. “Kalau tidak disetujui berarti Hari Kamis, tanggal 20 September, kalau disetujui hari Sabtu (15 September),” kata dia, 13 September 2018.

    Ridwan Kamil menginginkan pelantikan dipercepat agar dirinya tidak perlu menunjuk Pelaksana Tugas Walikota Bandung jika pelantikan mengikuti jadwal 20 September 2018. Kota Bandung yang kini dipimpin oleh mantan wakilnya saat menjadi walikota, Oded Mohamad Dainal, mengakhiri masa jabatannya pada 16 September 2018. “Umurnya hanya 4 hari. Administrasi yang ribet, melantik heula (dulu), diganti deui (lagi),” kata dia.

    Simak: Kepala Daerah Tak Boleh Mendukung Capres Tertentu

    Permintaan Ridwan Kamil ditolak. Menteri meminta pelantikan kepala daerah hasil pilkada serentak tahap pertama tetap dilaksanakan sesuai jadwal yakni hari ini, Kamis, 20 September 2018. Ridwan Kamil sempat menunjuk Penjabat Sekda Kota Bandung, Dadang Supriatna menjadi Pelaksana Harian Walikota Bandung yang bertugas hingga pasangan walikota Bandung terpilih dilantik. Berita Acara pengangkatan Dadang diserahkan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa pada Ahad, 16 September 2018. "Pengangkatan ini dilakukan untuk menghindari kekosongan kepala daerah dan menjaga kelancaran serta kondusifitas pemerintahan daerah,” kata Iwa saat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.