Soal Sebutan Sandiaga Ulama, Ini Kata PBNU

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua PBNU Robikin Emhas usia diskusi Setara Institute di AOne Hotel, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. Tempo / Friski Riana

    Ketua PBNU Robikin Emhas usia diskusi Setara Institute di AOne Hotel, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan penyebutan ulama bisa menjadi salah kaprah bila berasal dari rekayasa sosial.

    "Apalagi untuk kepentingan duniawi berupa pencitraan politik," kata Robikin melalui pesan pendek kepada Tempo pada Rabu, 19 September 2018.

    Baca: MUI: Sandiaga Sah Disebut Ulama Kalau Sukses Lewati 3 Tahap Ini

    Pernyataan Robikin tersebut untuk menanggapi pro dan kontra penyebutan ulama kepada cawapres Sandiaga Uno. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid sebelumnya mengatakan ulama menunjukkan seseorang yang berilmu tinggi dan ahli membidangi sesuatu, maka Sandiaga dinilai sebagai ulama karena ahli di bidang ekonomi, bisnis, dan relasi.

    Robikin tak menampiknya. Ia mengatakan kata ulama berasal dari bahasa Arab yang artinya orang yang menguasai disiplin ilmu tertentu dan mengamalkan serta mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. "Ulama juga disebut alim," ujarnya.

    Baca: Soal Sandiaga Ulama, Fahri Hamzah: Dia Pedagang, Bukan Ilmuwan

    Namun, menurut Robikin, dalam perjalanannya di kalangan masyarakat Islam di tanah air, predikat alim atau ulama telah dilekatkan bagi orang yang menguasai bidang ilmu agama. "Secara sosial layak menjadi panutan masyarakat karen dinilai kredibel dan konsisten dalam mengamalkan ilmu agamanya," kata dia.

    Dalam kasus penyebutan ulama untuk Sandiaga Uno, Robikin enggan menanggapinya lebih dalam. Namun, dia berpendapat bahwa ulama seharusnya muncul dari masyarakat. "Bukan karena kesepakatan atau melalui forum permusyawaratan," ujarnya.

    Baca: Kata Ketua PP Muhammadiyah Soal Sebutan Ulama Bagi Sandiaga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.