Kata Idrus Marham Soal Pemeriksaan Mekeng di Suap PLTU Riau-1

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng usai diperiksa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 11 Januari 2018. TEMPO/Lani Diana

    Politikus Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng usai diperiksa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 11 Januari 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus suap PLTU Riau-1, Idrus Marham, enggan mengatakan keterlibatan Ketua Fraksi Golkar DPR Melchias Marcus Mekeng dalam kasus suap sama yang menjerat dirinya.

    Menurut Idrus, ia tidak dalam posisi untuk menjawab apakah seseorang memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut atau tidak. "Biarlah para penyidik yang menentukan itu," kata Idrus di gedung KPK, Jakarta, Rabu 19 September 2018.

    Baca: Golkar: Kasus Proyek PLTU Riau-1 Urusan Idrus - Eni Saragih

    Hari ini, KPK memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTU Riau-1. Salah satunya adalah Melchias Marcus Mekeng yang diperiksa sebagai saksi bagi Idrus Marham.

    KPK sejauh ini telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus PLTU Riau-1. Mereka adalah Eni Maulani Saragih, pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

    Baca: KPK Perpanjang Penahanan Idrus Marham 30 Hari

    KPK menyangka Idrus bersama Eni Saragih menerima hadiah atau janji senilai US$ 1,5 juta dari Kotjo untuk memuluskan penandatangan kerja sama proyek PLTU Riau-1. Idrus diduga berperan mendorong proses penandatanganan power purchase agreement atau jual-beli dalam proyek itu. Idrus juga diduga mengetahui penerimaan uang oleh Eni dari Kotjo pada November-Desember 2017 senilai Rp 4 miliar serta pada Maret dan Juni 2018 sebesar Rp 2,25 miliar.

    Sementara itu, usai diperiksa, Mekeng mengatakan ia dikonfirmasi soal peran Eni Saragih dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar 2017. "Ya diperiksa soal Idrus sama Eni penunjukan Eni sebagai Komisi VII. Ada 10 pertanyaan, lebih banyak kepada tugasnya Eni, terus penunjukan Eni sama Idrus sebagai apa, lalu fungsinya Eni di Munaslub," kata dia.

    Ia pun mengatakan bahwa penyidik KPK juga mengkonfirmasinya soal dugaan aliran dana dari tersangka Eni sebesar Rp 2 miliar untuk pembiayaan Munaslub Golkar 2017. "Ditanyakan cuma saya bilang tidak ada urusannya Munaslub sama Eni," kata Mekeng. Ia pun membantah keterlibatannya dalam proyek PLTU Riau-1.

    Dalam kesempatan yang sama, Idrus Marham juga mengimbau agar rekan-rekannya sesama kader Golkar yang sedang terjerat permasalahan hukum untuk tidak melibatkan nama partai dalam permasalahannya. "Ya mbok yo kalau kita cinta kepada Golkar nggak usah bawa-bawa Golkar atau bawa kader Golkar yang tidak terkait dengan kasus," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga