Jumat, 14 Desember 2018

AHY dan Yenny Wahid Bertemu Bahas Peran Anak Muda di Politik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AHY dan Yenny Wahid bertemu di sebuah rumah makan di Jakarta Selatan, Selasa, 18 September 2018. Foto: Istimewa

    AHY dan Yenny Wahid bertemu di sebuah rumah makan di Jakarta Selatan, Selasa, 18 September 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, bertemu dengan Yenny Wahid. Mereka bertemu di salah satu rumah makan di Jakarta Selatan, Selasa, 18 September 2018.

    Baca: AHY Jelaskan Politik Dua Kaki, Satu di Pileg dan Satu di Pilpres

    Menurut Kepala Komunikasi Publik Kogasma, Putu Supadma Rudana, pertemuan yang berlangsung pada Selasa pagi itu bersifat silaturahmi pribadi. Tidak ada kesepakatan maupun ajakan dari AHY kepada Yenny untuk merapat ke koalisi pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    “Mas AHY bertemu sebagai sahabat, tentu selaku pribadi bersama Mba Annisa berdiskusi banyak tentang berbagai hal, baik untuk meberikan kontribusi positif bagi bangsa,” kata Putu kepada Tempo, Selasa, 18 September 2018.

    Ia mengatakan diskusi antara kedua anak mantan presiden ini salah satunya membahas seputar peran generasi muda. Agar tahun-tahun ke depan akan muncul anak muda yang tampil sebagai pemimpin.

    Baca: AHY : Kalau Satu Kaki, Demokrat Pincang

    Sebelumnya Yenny Wahid disambangi oleh kedua bakal calon presiden dan wakil presiden. Mereka mendatangi rumah Sinta Nuriyah Wahid, ibu dari Yenny, di Ciganjur, Jakarta Selatan. Kedatangan mereka tak lain untuk meminang Yenny, bergabung ke kubunya masing-masing.

    Jokowi adalah yang pertama kali datang, pada Jumat 7 September 2018. Disusul oleh Sandiaga pada Senin, 10 September 2018, lalu Prabowo pada Kamis, 13 September 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....