Jumat, 16 November 2018

Rektor Unpad Tersingkir dari Proses Pemilihan Rektor Baru

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rektor Universitas Padjadjaran, Tri Hanggono Ahmad, menemui pengunjuk rasa di halaman Unpad, Bandung, 2 Mei 2018. Mahasiswa dan pekerja menuntut 6 poin perbaikan, dan menuntut Rektor Unpad mundur jika gagal mengembalikan kondisi dan kualitas Unpad jadi lebih baik. TEMPO/Prima Mulia

    Rektor Universitas Padjadjaran, Tri Hanggono Ahmad, menemui pengunjuk rasa di halaman Unpad, Bandung, 2 Mei 2018. Mahasiswa dan pekerja menuntut 6 poin perbaikan, dan menuntut Rektor Unpad mundur jika gagal mengembalikan kondisi dan kualitas Unpad jadi lebih baik. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Rektor Universitas Padjajaran atau Unpad Tri Hanggono tersingkir dari pemilihan rektor untuk periode 2019-2014. Majelis Wali Amanat Unpad telah menetapkan tiga calon rektor.

    Baca juga: Seleksi Mandiri Unpad Sediakan 650 Kursi Sarjana Terapan D-4

    Tri mengakui hasil rapat pleno yang digelar di Sekretariat MWA Unpad Bandung itu. Menurutnya, keputusan itu hasil suara mayoritas anggota MWA Unpad. "Alhamdullilah tidak (kecewa), saya insya Allah mensyukuri takdir yang saya yakini merupakan kebaikan," katanya Selasa, 18 September 2018.

    Sidang pleno MWA Unpad akhir pekan lalu memilih kandidat Aldrin Herwany dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kemudian Atip Latipulhayat dari Fakultas Hukum, serta Obsatar Sinaga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

    Selanjutnya dari siaran pers Unpad, masa pemilihan dan penetapan Rektor 2019-2024 digelar mulai 18 September hingga 27 Oktober. Tiga calon Rektor akan melakukan sosialisasi gagasan dalam rentang waktu antara 18 September hingga 26 Oktober.

    Sosialisasi gagasan dilakukan kepada seluruh unsur kelembagaan Unpad, seperti anggota Senat Akademik dan Dewan Profesor Badan Eksekutif Mahasiswa, Ikatan Alumni, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum.

    Sekretaris Eksekutif Majelis Wali Amanat Unpad Erri Noviar Megantara mengatakan, dari 17 anggota majelis hanya 15 orang yang berhak memilih. Dua anggota lainnya tidak bisa memilih, yaitu Ketua Senat Akademik dan Rektor Tri Hanggono Achmad yang kembali maju dalam pemilihan.

    Baca juga: Jumlah Mahasiswa Baru Bidikmisi Unpad dan Unair Jalur SBMPTN 2018

    Anggota majelis yang memiliki hak pilih yaitu Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan komposisi hak suara sebesar 35 persen. Pemilih lainnya yakni Gubernur Jawa Barat, serta perwakilan dosen, masyarakat, alumni, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

    Tahapan pemilihan dimulai dengan menyaring delapan calon menjadi hanya tiga kandidat. Hingga kemudian memilih seorang Rektor.
    "Mekanisme pemilihan bisa musyawarah bisa juga voting. Itu sangat tergantung pada kondisi sidang pleno tertutup MWA," kata Erri, Rabu, 5 September 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.