Ladeni Nasdem, Rizal Ramli Didukung 720 Pengacara Sukarela

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli berdiri di ruang tunggu Gedung KPK, Jakarta, 2 Mei 2017. ANTARA FOTO

    Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli berdiri di ruang tunggu Gedung KPK, Jakarta, 2 Mei 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan dirinya telah mendapatkan dukungan dari 720 pengacara yang akan membela dirinya terkait polemiknya dengan partai Nasional Demokrat (NasDem) baru-baru ini. Menurut Rizal, semua pengacara yang membelanya bekerja secara pro bono alias gratis.

    Baca: Ini 3 Alasan Partai Nasdem Laporkan Rizal Ramli ke Polisi

    "Saya betul-betul terharu bahwa kawan-kawan advokat memiliki hati nurani untuk bersama-sama memperjuangkan agar petani di Indonesia bisa hidup lebih baik," kata Rizal di Grand Slipi Tower, Jakarta, Senin 17 September 2018.

    Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum, Advokasi, dan HAM Partai Nasdem Taufik Basari melaporkan Rizal Ramli ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Laporan itu merujuk pada pernyataan Rizal ketika menjadi narasumber di dua program stasiun televisi masing-masing pada 4 dan 6 September 2018.

    Dalam dua acara itu, Rizal menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak berani menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita karena takut kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. Pernyataan Rizal Ramli terkait kebijakan impor garam di dua televisi itu dianggap telah menghina dan mencemarkan nama baik Surya Paloh.

    Baca: Buktikan Ancaman, Partai Nasdem Laporkan Rizal Ramli ke Polisi

    "Yang menjadi masalah RR telah sampaikan pernyataan bernuansa menghina, mencemarkan nama baik dan fitnah kepada Surya Paloh," ujar Taufik.

    Taufik juga menambahkan laporannya terhadap pihak kepolisian merupakan tindak lanjut karena Rizal Ramli tidak menjawab somasi yang telah dilayangkan NasDem dengan tenggat waktu Sabtu, 15 September 2018 lalu. "Karena selama 3x24 jam substansi somasi tidak ditanggapi, maka hari ini kami lanjutkan dengan melapor ke polisi," kata Taufik menerangkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.