Sikap Ustad Yusuf Mansur soal Hasil Ijtima Ulama 2

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Yusuf Mansur bersama calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno makan bareng sebelum salat Jumat di Masjid Taqwa, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan pada Jumat, 31 Agustus 2018. TEMPO/Dewi Nurita.

    Ustad Yusuf Mansur bersama calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno makan bareng sebelum salat Jumat di Masjid Taqwa, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan pada Jumat, 31 Agustus 2018. TEMPO/Dewi Nurita.

    TEMPO.CO, Surabaya - Ustad Yusuf Mansyur menyambut baik hasil Ijtima Ulama 2 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) yang memutuskan meneguhkan dukungan pada Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Ahad, 16 September 2018. Menurut Yusuf Mansyur, setiap perbedaan wajib dihormati.

    Baca: Yusuf Mansur Ungkap Kedekatannya dengan Kubu Jokowi dan Prabowo

    “Kita harus menghormati keputusan siapapun, apalagi datangnya dari ulama. Kami baik-baik saja,” kata dia seusai menjadi pembicara dalam diskusi  peluncuran tagar #2019PemiluCeria di Surabaya, Senin, 17 September 2018.

    Menurut Yusuf Mansyur, terhadap perbedaan yang ada menjelang pemilu presiden, masyarakat harus memahami bahwa Indonesia sangat luas. Sehingga timbulnya perbedaan adalah sebuah keniscayaan. “Masjid aja enggak satu, madrasah, pesantren enggak satu. Sebagai umat, kita harus menyikapi perbedaan dengan baik dan selalu berdoa,” katanya.

    Yusuf Mansyur sendiri mengaku mengambil posisi di tengah karena ingin menjaga silaturahmi dengan kubu Prabowo maupun Joko Widodo (Jokowi). Yusuf Mansyur berujar pemberitaan media massa yang menyebut bahwa ia telah bergabung ke kubu Jokowi tidak benar.

    Baca: Disebut Masuk Timses Jokowi, Yusuf Mansur: Lebih Aman di Tengah

    “Saya baru silaturahmi ke kubu satu, sudah diberitakan bergabung. Padahal saya belum sempat aja silaturahmi ke kubu satunya. Ya udah, enggak apa-apa, ini mungkin ujian bagi saya untuk sabar dan tidak berburuk sangka,” katanya.

    Ihwal kabar sejumlah pemakai  bisnis Paytren, yang hengkang  dengan alasan kecewa Yusuf Mansyur dikabarkan bergabung pada Jokowi, ia meminta maaf. Menurutnya, sebagai manusia biasa ia tak luput dari kekhilafan. “Rezeki udah diatur Allah, satu pelanggan pergi siapa tahu Allah datangkan seribu pelanggan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.