Soal Asia Sentinel, Demokrat: Tak Selamanya Media Asing Kredibel

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan tidak selamanya media internasional memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Ini diungkapkan Hinca setelah Demokrat melaporkan Asia Sentinel ke Dewan Pers, Senin, 17 September 2018.

    Baca: Demokrat Gugat Asia Sentinel karena Berita Soal SBY dan Century

    Menurut Hinca, Asia Sentinel sebagai sebuah perusahaan media tidak memiliki apa yang ia sebut sebagai box redaksi, dimana biasanya dicantumkan nama perusahaan, izin perusahaan, beserta jajaran redaksi. "Anda cek asiasentinel.com itu konteks khasnya nggak ada, alamatnya (nggak ada), kecuali email satu-satunya," ujar Hinca.

    Sebelumnya, Asia Sentinel menulis berita berjudul “Indonesia’s Vast Criminal Conspiracy’ yang diterbitkan pada 11 September 2018. Artikel itu mengulas hasil investigasi setebal 488 halaman terkait kasus bailout Bank Century. Hasil investigasi itu termaktub dalam berkas gugatan yang diajukan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritania bulan lalu.

    Dalam beritanya, John Berthelsen selaku penulis artikel mengatakan SBY, Presiden ke-6 RI dan Ketua Umum Partai Demokrat, telah melakukan konspirasi kriminal terbesar dengan mencuri dana US$ 12 miliar dari pembayar pajak dan mencucinya melalui bank-bank internasional. Kasus itu disebut melibatkan 30 pejabat dan sejumlah lembaga keuangan internasional.

    Baca: Partai Demokrat Laporkan Asia Sentinel ke Dewan Pers

    Hinca mengatakan pemberitaan Asia Sentinel tersebut tidak memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik yang berlaku secara universal. Produk jurnalistik, kata Hinca, pada kaidahnya yang universal harus memiliki konfirmasi, check and recheck, dan tidak boleh beropini. "Nah dalam beritanya ini si John beropini bahwa bank Century adalah banknya SBY mencuci uang," tuturnya.

    Hinca memastikan pihaknya dapat membuktikan dengan mudah bahwa karya jurnalistik Asia Sentinel tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengatakan telah menemukan lima item besar dalam pemberitaan Asia Sentinel yang menunjukkan bahwa sang penulis telah beropini. "Itu opini, tidak ada konfirmasi, dan tidak ada check and re-check ke kami," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers: EndGame dan Ribuan Jagoan yang Diciptakan oleh Marvel

    Komik marvel edisi perdana terjual 800 ribu kopi di AS. Sejak itu, Marvel membuat berbagai jagoan. Hingga Avengers: Endgame dirilis, ada 2.562 tokoh.