Badan Koordinasi Mubaligh Minta Ali Mochtar Ngabalin Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Mochtar Ngabalin berfoto bersama anggota Sahabat Pancasila saat menghadiri diskusi berjudul

    Ali Mochtar Ngabalin berfoto bersama anggota Sahabat Pancasila saat menghadiri diskusi berjudul "Kenapa Harus Jokowi?" di Cafe Ajag Ijig, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Juli 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim hukum Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia (Bakomubin) mendesak Ali Mochtar Ngabalin meminta maaf kepada Bakomubin. Desakan ini dilakukan pasca Ali diduga telah melakukan kebohongan publik atas pengakuannya sebagai Ketua Umum Bakomubin.

    Baca: Dari Prabowo ke Jokowi, Begini Empat Fakta Ali Mochtar Ngabalin

    "Tindakan yang bersangkutan menimbulkan perpecahan di internal Bakomubin dan itu merugikan kami," ujar pengacara Bakomubin, Pitra Romadoni Nasution, di kawasan Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 17 September 2018.

    Perkara ini bermula pada 9 Januari 2017. Saat itu, Ali menyampaikan keinginannya menjadi calon ketua umum Bakomubin, dengan syarat ia tidak boleh terlibat dalam partai politik manapun. Permintaan Ali disambut baik Bakomubin.

    Lalu, pada 30 Januari 2017, Majelis Syuro mengadakan rapat kepengurusan DPP Bakomubin periode 2017-2022. Dalam rapat itu, Ali menolak ajakan Majelis Syuro untuk menyusun dan menetapkan anggota DPP. Ali justru menyerahkan susunan kepengurusan yang telah ia bentuk sendiri.

    Bakomubin pun menolak secara tegas pengajuan pengurusan oleh Ali tersebut. KH Tatang M. Natsir kemudian dilantik menjadi Ketua Umum Bakomubin.

    Baca: Ali Mochtar Ngabalin dan Sederet Pernyataan Kontroversialnya

    Di sisi lain, Bakomubin mengetahui bahwa Ali memberikan sejumlah pernyataan di media massa dan mengaku sebagai ketua umum Bakomubin. Pitra menuding Ali membuat Surat Keputusan (SK) palsu atas penunjukan dirinya.

    "Karena itu kami mendesak Ali Mochtar untuk meminta maaf kepada Majelis Syuro Indonesia dan Bakomubin Indonesia," kata Pitra. Ia mengatakan jika sampai pekan depan Ali tidak meminta maaf, maka ia akan membawa kasus ini ke jalur hukum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.