Begini Arahan Rizieq Shihab untuk Pemenangan Prabowo - Sandiaga

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden RI Prabowo Subianto (tengah), saat konferensi pers Sidang Pleno Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Minggu, 16 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Calon Presiden RI Prabowo Subianto (tengah), saat konferensi pers Sidang Pleno Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Minggu, 16 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyampaikan sejumlah arahan kepada peserta Ijtima Ulama II. Arahan itu didengungkannya melalui pesan suara yang diputar di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta, pada Ahad, 16 September 2018.

    Dari Arab Saudi, Rizieq mengatakan sikap politik yang harus mereka ambil dalam pemilihan presiden 2019. Berikut ini arahan tokoh aksi 212 itu yang dihimpun saat telekonferensi digelar.

    Baca: Rizieq Shihab Minta Menangkan Prabowo - Sandi Lewat Media Dakwah

    1. Mendukung Prabowo-Sandiaga
    Pentolan FPI itu meminta seluruh pengikutnya menyatukan suara mendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Mari kita menangkan Capres dan Cawapres Prabowo-Sandiaga," ujar Rizieq lewat telekonferensi.

    2. Menggalang dana pribadi untuk kampanye
    Dalam masa kampanye, Rizieq meminta para peserta Ijtima mengajak umat Islam menggalang dana secara pribadi untuk mencetak atribut kampanye. Semisal mencetak baliho, spanduk, stiker, hingga membuat topi dan kaus bergambar Prabowo-Sandiaga.

    3. Markas pemenangan dan dakwah kampanye
    Rizieq mengimbau rumah-rumah hingga markas FPI bisa dipakai untuk pos pemenangan. Selain itu, ia meminta kampanye pemenangan diserukan lewat mimbar dakwah hingga media sosial.

    Baca: Prabowo Tandatangani Pakta Integritas Ijtima Ulama II, Ini Isinya

    4. Mewaspadai kemungkinan rekayasa sistem
    Rizieq mengatakan kemungkinan rekayasa sistem hingga tabulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa jadi terjadi. Maka itu, ia meminta para peserta Ijtima dan pengikutnya untuk mewaspadai hal ini. "Karenanya, siapkan sukarelawan saksi yang militan di setiap TPS di seluruh Indonesia. Dorong audit forensik untuk sistem komputer KPU dalam perhitingan suara," ujarnya.

    Ijtima Ulama II menghasilkan pakta integritas dan surat keputusan. Pakta integritas itu tertuang dalam Surat Keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional II nomor 01/IJTIMA/GNPF-ULAMA/MUHARRAM/1440 H tentang penetapan Presiden dan Calon Wakil Presiden serta Surat Keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional II Nomor 02/IJTIMA/GNPF-ULAMA/MUHARRAM/1440 H tentang Pakta Integritas Calon Predisen dan Wakil Presiden. Kesepakatan tersebut telah ditandatangani oleh petinggi GNPF dan capres Prabowo Subianto.

    Baca: 17 Poin Pakta Integritas Ijtima Ulama II yang Disetujui Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.