Mengapa Bayi Bermata Satu? Ini Perkiraan Kepala Dinas Madina

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. Pixabay.com

    Ilustrasi bayi. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Medan - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal atau Madina Syarifuddin Nasution mengatakan bayi perempuan bermata satu yang lahir di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Kamis, 13 September 2018, diperkirakan disebabkan oleh beberapa hal. Syarifuddin menduga janin bayi itu sering terpapar merkuri dan bahan kimia berbahaya lainnya.

    Dari laporan yang diterimanya, orang tua dari bayi yang akhirnya meninggal tujuh jam setelah dilahirkan sekitar pukul 15.30 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan itu, bekerja di salah satu tambang emas di Mandailing Natal. "Orang tuanya perantau dari Pulau Jawa,” kata Syarifuddin melalui telepon, Jumat dinihari, 14 September 2018.

    Baca: Lahir 18 Agustus 2018, Bayi di Palembang Diberi ...

    Dinas Kesehatan juga menduga bayi itu dilahirkan cacat karena terkena virus rubella. Syarifuddin menjelaskan kondisi bayi sangat memprihatinkan.

    Selain hanya memiliki satu mata di kening, bayi itu tidak memiliki hidung. Berat badannya 2,4 kilogram. Bayi itu juga dipasangi alat bantu pernapasan. Detak jantungnya di bawah 100. Harapan hidup bayi yang terlahir dengan proses caesar itu diperkirakan juga sangat kecil.

    Baca: Imunisasi Rendah, 32 Juta Anak Terancam Virus ...

    Berdasarkan keterangan yang didapat Syarifuddin dari tim dokter, peluang bayi bertahan hidup hanya satu hingga tiga hari. Rencananya, jika kondisinya membaik, bayi itu akan dirujuk ke rumah sakit di Medan. Namun bayi itu tidak bisa bertahan.

    Menurut Syarifuddin, peristiwa seperti ini tergolong langka karena baru terjadi tujuh kali di seluruh dunia. Sebelumnya, bayi dengan kelainan seperti itu terakhir lahir di Mesir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.