Jumat, 16 November 2018

Oesman Sapta: MPR Rancang Sosialisasi Empat Pilar di Wilayah Perbatasan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Oesman Sapta bersama Ketua DPRD Sanggau, Jumadi, menandatangani MOU untuk mensosialisasikan Empat Pilar, yang dilaksanakan di Lt. 9, gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 14 September 2018. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR Oesman Sapta bersama Ketua DPRD Sanggau, Jumadi, menandatangani MOU untuk mensosialisasikan Empat Pilar, yang dilaksanakan di Lt. 9, gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 14 September 2018. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Oesman Sapta bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sanggau Jumadi menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) untuk menyosialisasikan Empat Pilar di wilayah perbatasan. Perjanjian kerja sama ini dilaksanakan di ruang kerja Wakil Ketua MPR, di lantai 9, Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat, 14 September 2018. Sanggau adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

    Menurut Oesman, kesepakatan itu dijalin untuk melaksanakan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai kabupaten yang berimpit dengan Malaysia, maka sosialisasi ditujukan kepada masyarakat khususnya yang berada di perbatasan. Diakui Oesman, di wilayah itu banyak anak muda yang perlu diberi sosialisasi. Kaum muda, menurut pria asli Kalimantan Barat itu, perlu digerakkan jiwa dan raganya sebab dari mereka dinamika bangsa ini terjadi.

    Dikatakan, pada 1928, anak-anak muda melakukan sumpahnya untuk Indonesia. “Anak-anak mudalah yang menggerakkan dinamika sehingga Indonesia ada,” ujarnya. Dia berharap agar anak muda jangan mundur dalam memperjuangkan daerah dan bangsanya.

    Apa yang dikatakan Oesman dibenarkan Jumadi. “Sosialisasi di Sanggau sangat penting,” katanya. Diakui, di kabupaten yang didiami ada 15 kecamatan. Dalam sosialisasi, nanti dipilih titik-titik yang strategis sebab wilayah Sanggau luas dan masyarakatnya sedikit. “Dengan sosialisasi, masyarakat akan menjadi paham apa itu dasar dan konstitusi negara. Ini sangat penting untuk diberikan di wilayah perbatasan,” tuturnya.

    Sosialisasi yang akan digelar pada Januari-Februasi 2019 itu, akan diisi anggota DPRD Sanggau, pemerintah, dan Jumadi berharap Oesman ikut menyosialisasikan. “Karena beliau mendukung kegiatan ini,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.