Sabtu, 22 September 2018

Cerita Gus Miftah, Pengunjung Kelab Malam Menangis Dengar Ceramah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gus Miftah. instagram.com

    Gus Miftah. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gus Miftah mengisahkan tentang suasana haru sebuah klub hiburan malam di Bali pada 6 September lalu saat ia berceramah di sana. Alih-alih berdisko, para pengunjung malah berlinang air mata.

    Baca juga: Dakwah Gus Miftah di Klub Malam Jadi Polemik, Ini Saran MUI

    "Mereka (tamu klub malam) menangis setelah mendengar saya ceramah," kata pria bernama lengkap KH Miftah Maulana Habiburrahman  saat dihubungi Tempo pada Kamis malam, 13 September.

    Gus Miftah memberi siraman rohani untuk pengunjung klub hiburan malam di Pulau Dewata pada 6 September lalu. Ceramah itu disampaikannya dalam rangka syukuran hari jadi klub. Audiensnya adalah para tamu yang hendak berpesta malam. Selayaknya tamu remang-remang, mereka mengenakan pakaian terbuka.

    Dalam ceramah itu, Gus Miftah menyinggung soal manusia yang setara di mata Tuhan. Ia juga mengatakan bahwa pelajaran mengenai Tuhan bisa didapat di mana saja, termasuk di lokasi pesta malam. "Sebaik-baiknya tempat ada buruknya dan seburuk-buruknya tempat pasti ada baiknya. Orang baik dan orang buruk itu bedanya tipis," kata pemilik salah satu pondok pesantren di Yogyakarta itu.

    Gus Miftah mengatakan suara sesenggukan dan isak tangis terdengar sepanjang ia menyampaikan kotbahnya. Suasana yang sama bukan cuma dirasakan saat ia berceramah di Bali. Namun juga ketika ia memberi siraman rohani di lokasi prostitusi hingga tempat spa plus-plus.

    Baca juga: Dipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di Bali

    Di Pasar Kembang, Yogyakarta misalnya. Kehadiran pembelajar agama yang emoh disebut ulama itu sampai-sampai ditunggu oleh para pekerja seks komersial (PSK). Para perempuan malam ini menunggu Miftah menyampaikan kalimat-kalimat penyejuk.

    Banyak PSK, kata Gus Miftah, mengaku butuh diingatkan tentang hakikatnya sebagai manusia yang memiliki hubungan vertikal dengan Tuhan. Meski, ujar dia, mereka telah melakukan perbuatan maksiat.

    Tak sedikit pasca-mendengarkan ceramah, kata Gus Miftah, para PSK itu berhijrah. Tidak jarang pula para pengunjung klub mengaku mendekati pemuka agama untuk belajar ketuhanan, namun tak direspons positif karena penampilannya yang bertato dan bertindik.

    Soal pro-kontra aksinya yang kerap dibandingkan dengan Ulama Gus Miek itu, Gus Miftah mengaku tak ambil pusing. Begitu juga dengan videonya berdakwah di Bali yang sempat menuai ribut warganet.

    Video dakwah Gus Miftah di sebuah klub malam di Bali pada 6 September lalu memang ramai menuai pro-kontra. Video ini viral pasca-diunggah kembali oleh akun gosip Lambe Turah.

    Gus Mifrah tak menyangka respons atas video yang diunggahnya iseng-iseng itu mendulang perhatian yang masif. Ia berkisah baru kali ini memperoleh tanggapan riuh setelah 14 tahun memberi ceramah di tempat remang-remang."Demi Allah saya enggak mencari sensasi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.