Senin, 17 Desember 2018

Yenny Wahid Mengaku Kecewa dengan Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yenny Wahid. TEMPO | Rini K

    Yenny Wahid. TEMPO | Rini K

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri kedua Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid mengaku cukup kecewa dengan pemilu presiden 2019 karena tak ada perwakilan perempuan yang maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.

    Baca juga: Yenny Wahid Bakal Gelar Silaturahmi Nasional Kader Gus Dur

    "Saya sesalkan tak ada wakil perempuan yang jadi capres atau cawapres 2019," ujar Yenny Wahid ditemui di sela Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, di Yogyakarta, Jumat 14 September 2018.

    Padahal jika bicara soal kesetaraan gender, ujar Yenny, banyak sekali perempuan Indonesia yang sangat pantas untuk bersaing dalam peta politik nasional. Yenny maklum jika perempuan di Indonesia saat ini belum bisa leluasa berkiprah di panggung politik karena masih banyak faktor yang menghalanginya.

    Kaum perempuan di Indonesia menurutnya masih harus mengalahkan berbagai kungkungan agar bisa mendapatkan nominasi atau tiket maju capres atau cawapres.

    Meski tak ada perwakilan perempuan dalam pilpres 2019 nanti, Yenny mengaku masih cukup terobati dengan sejumlah tokoh perempuan di bidang politik yang menurutnya cukup menginsiprasi dalam menggapai kedudukan tinggi di pemerintahan.

    Baca juga: Agar Anak Gus Dur Mau Gabung, Sandiaga Hindari Politik Identitas

    Misalnya, Yenny mengaku salut dengan langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

    "Bu khofifah sampai tiga kali maju sebagai gubernur sampai akhirnya berhasil, perjuangannya sangat menginspirasi," ujar Yenny Wahid.

    Yenny Wahid mengimbau pada ribuan perempuan yang hadir dalam acara itu untuk tak gentar menghadapi tekanan ketika memutuskan bergerak di bidang politik. Menurutnya perempuan Indonesia merasa nomor dua karena selama ini masih terpengaruh dengan pemikiran dan hegemoni-hegemoni bahwa kaum perempuan subjek nomor dua setelah laki-laki.

    "Kalau mau kursi politik, perempuan harus berani merebutnya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".