Minggu, 18 November 2018

Setya Novanto Jual Rumah untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi E-KTP

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana mantan Ketua DPR, Setya Novanto, memberikan keterangan kepada awak media sebelum meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 4 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Terpidana mantan Ketua DPR, Setya Novanto, memberikan keterangan kepada awak media sebelum meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 4 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto akan menjual aset berupa rumah untuk membayar uang pengganti dalam perkara korupsi proyek e-KTP. Hasil penjualan rumah itu akan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi melalui kuasa hukumnya.

    Baca: KPK Terima Uang Rp 1,1 Miliar dari Setya Novanto

    "Setya Novanto melalui penasihat hukumnya akan membayar kembali uang pengganti dari penjualan aset bangunan rumah dan pemindahbukuan rekening di suatu bank," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis, 13 September 2018.

    Pengacara Setya, Firman Wijaya, tak membantah kliennya akan menjual rumah untuk membayar uang pengganti. Namun, dia enggan menjelaskan detail penjualan rumah tersebut. "Tanya KPK saja," kata dia.

    Baca: KPK Benarkan Setya Novanto Temui Eni Saragih di Rutan

    Sebelumnya, Setya divonis bersalah dan dihukum 15 tahun penjara serta denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti melakukan korupsi dalam proyek e-KTP. Selain itu, Setya juga diwajibkan membayar uang pengganti sebanyak US$ 7,3 juta.

    Febri menuturkan Setya sudah mencicil uang pengganti itu sebanyak Rp 5 miliar dan US$ 100 ribu. Terakhir Setya telah membayar Rp 1,1 miliar pada Kamis kemarin. "Sejauh ini, Setya Novanto menyatakan akan kooperatif untuk membayar uang pengganti," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.