Kata Sekjen PBNU Soal Dakwah Gus Miftah di Klub Malam

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gus Miftah. facebook.com

    Gus Miftah. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengapresiasi langkah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah yang melakukan dakwah di klub malam.

    "Saya mengapresiasi cara Gus Miftah dalam berdakwah," ujar Helmy melalui pesan pendeknya kepada Tempo pada Kamis, 13 September 2018.

    Baca: MUI: Audiens Dakwah Gus Miftah dalam Kondisi Kurang Tepat

    Dakwah Gus Miftah yang dilakukan di sebuah lokasi hiburan malam di Bali menjadi perbincangan dan menuai kontroversi. Hal yang jamak dipersoalkan adalah audiens penceramah asal Yogyakarta itu mengenakan pakaian terbuka dan syiar yang disampaikan di dalam bar.

    Helmy berpandangan tidak ada yang perlu disoalkan menyangkut aksi Gus Miftah tersebut. Menurut dia, ceramahnya justru akan menyentuh orang-orang di sekitar dan akhirnya kembali ke jalan yang benar.

    Dakwah dengan pendekatan seperti yang dilakukan Gus Miftah ini, menurut Helmy, sebenarnya pernah terjadi pada zaman Sunan Kalijaga. Bahkan tidak menimbulkan kegaduhan. Sebab, kata dia, pada prinsipnya dakwah dilakukan dengan pendekatan ilhikmah, yakni dengan kebijaksanaan dan pengajaran-pengajaran yang baik.

    Baca: Dakwah Gus Miftah di Klub Malam Jadi Polemik, Ini Saran MUI

    Gus Miftah populer sebagai pengampu Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji Tundan di Yogyakarta. Ia acap menyampaikan dakwahnya di klub-klub malam, bahkan kawasan prostitusi seperti di Sarkem atau Pasar Kembang.

    Dakwah Gus Miftah baru viral belakangan ini. Tayangannya berkhotbah di sebuah klub malam di Bali diunggah di YouTube. Dalam video tersebut Gus Miftah menyampaikan bahwa semaksiat apa pun manusia di hadapan sesamanya, ia masih diberkahi oleh Yang Maha Kuasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?