Minggu, 18 November 2018

Bareskrim Mabes Polri Sita Puluhan Batang Emas Ilegal dari Timika

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi emas batangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi emas batangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Makassar-Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri atau Bareskrim Mabes Polri menyita puluhan batang emas ilegal di Makassar serta menangkap tiga tersangka. Penangkapan dilakukan di lokasi dan waktu yang berbeda.

    Kepala Sub Direktorat V Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Komisaris Besar Sugeng Putut Wicaksono mengatakan tersangka berinisial D, 49 tahun, diringkus saat mendarat dari pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, 24 Mei 2018. Adapun tersangka J, 50 tahun, diamankan di Toko Emas Bogor, Jalan Somba Opu, Makassar 25 Mei 2018.

    Sugeng menuturkan tiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Pasal 161 tentang Pertambangan. “Tersangka melakukan penambangan tak berizin,” kata Sugeng di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Kamis, 13 September 2018. Menurut Sugeng D dan J bekerja sama melakukan kejahatan. D mengambil emas dari Timika kemudian dibawa ke Makassar. “Sebagian besar dimodali J."

    Baca: Penjualan Emas Digital di Tokopedia Dihentikan, Nasib Konsumen?

    Sugeng berujar aktivitas ilegal yang sudah dijalankan dua tahun itu merugikan negara lantaran tak mengantongi izin menampung serta mengolah emas. Padahal, kata dia, harus memiliki izin pertambangan, khususnya penjualan.

    Jenis tarif penerimaan negara bukan pajak itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2012. Sehingga pemerintah harus menerima pajak dari komoditi emas  sebesar 3,75 persen dari harga per kilogram. “Harusnya negara menerima pemasukan untuk pembangunan itu,” tutur Sugeng.

    Polisi menyita barang bukti berupa emas dari D sebanyak 15 batang 24 karat dengan berat berbeda-beda yang totalnya 16 kilogram lebih. Dari J polisi menyita emas 18 batang besar dan kecil seberat 6 kilogram lebih.  Tiga unit telepon seluler dan satu buku rekening turut dirampas petugas. “Awalnya kasus ini ditangani Kejaksaan Agung dan kita akan limpahkan ke Kejaksaan Negeri Makassar,” katanya.

    Simak: Penjualan Emas Digital Distop OJK, Tokopedia Angkat Bicara

    Kepala Sub Bidang Direktur IV Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan Komisaris Trihanto Nugroho mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil informasi dari Mabes Polri. “Inisial A yang kita tangkap di Bandara Makassar pada 16 Juli 2018. Hasil pendalaman dari dua tersangka sebelumnya,” ucap dia.

    Dari tangan pelaku polisi menyita 10 batang emas seberat 8,6 kilogram, boardingpass, telepon genggam dan alat pencetak emas. Polisi telah memeriksa 15 saksi, termasuk dua orang saksi ahli yang diturunkan ke lokasi penambangan. “Ada potensi kerugian negara tapi yang menakar itu ahlinya," katanya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.