Minggu, 18 November 2018

Air Terjun Tiu Dua, Wisata Eksotis Sumbawa Bakal Dikelola BUMDes

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air Terjun Tiu Dua di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Objek wisata ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (dok Kemendesa PDTT)

    Air Terjun Tiu Dua di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Objek wisata ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (dok Kemendesa PDTT)

    INFO NASIONAL-- Air Terjun Tiu Dua berada di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ekowisata yang dikembangkan sekelompok pemuda desa ini telah dua tahun dikelola desa.

    "Wisata ini pertama dikembangkan Kelompok Pemuda Sadar Wisata (Pokdarwis ). Kemudian kita dapat bantuan dari pariwisata, dibantu plasa-plasa sehingga dikenal masyarakat luas. Pokdarwisnya juga rajin posting-posting di media sosial sehingga orang banyak tahu," kata Kasi Pemerintahan Desa Batudulang, Khairudin.

    Khairudin mengatakan wisata Tiu Dua rencananya akan dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk sementara waktu, pengelolaan wisata masih dipercayakan kepada Pokdarwis.

    "Pokdarwis dulu pertama baru kita bentuk BUMDes dengan penyertaan modal dari dana desa. Namun, sebelumnya, kita akan kerja sama dulu dengan dinas pariwisata karena ini ada unsur pariwisatanya dan unsur dari kehutanan, karena ini adalah kawasan hutan," katanya.

    Tak hanya Air Terjun Tiu Dua, Desa Batudulang juga memiliki spot wisata lain yang diberi nama menara spot selfie. Spot wisata ini menyajikan pemandangan luas dari ketinggian yang sangat cocok untuk dijadikan spot selfie.

    "Sebelum sampai ke Tiu Dua, kan kita melewati spot selfie dulu. Kalau ke air terjun ini gratis, tapi kalau ke spot selfie bayar Rp 5.000 per orang sekaligus parkir motor. Kalau bawa mobil Rp 7.000. Kalau air terjun ini, hanya sebagai daya tarik, bonus sebenarnya. Yang penting kalau orang mau ke air terjun, kan mereka bayar parkir, beli makanan," ujarnya.

    Khairudin mengakui omzet yang diperoleh dari dua spot wisata tersebut masih sangat kecil, yakni sekitar Rp 5 juta per tahun. Ramainya pengunjung juga masih tergantung musim seperti hari libur dan perayaan hari-hari besar saja. Ketika ramai, pengunjung bisa mencapai 500 orang per hari.

    "Kalau ke air terjun ini karena medannya masih sulit, harus melewati hutan dan jalan kaki, masih sangat sepi yang datang. Kecuali kalau beramai-ramai, makan-makan di sini (Tiu Dua). Kalau tidak ramai-ramai, biasanya tidak mau," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.