Kamis, 20 September 2018

Teken MoU, Jokowi Minta Vietnam Lindungi Investor Indonesia

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersalaman dengan para pejabat Vietnam dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa, 11 September 2018. Jokowi akan menghadiri World Economic Forum (WEF) on ASEAN pada Rabu, 12 September 2018. REUTERS/Kham/Pool

    Presiden Jokowi bersalaman dengan para pejabat Vietnam dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa, 11 September 2018. Jokowi akan menghadiri World Economic Forum (WEF) on ASEAN pada Rabu, 12 September 2018. REUTERS/Kham/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Presiden Vietnam Trn i Quang di Istana Kepresidenan Vietnam, Hanoi, pada Selasa, 11 September 2018. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen kerja sama kedua negara di sejumlah bidang.

    Baca: Jokowi di Korea Selatan: Dari Changdeok, Ciliwung, Hingga Suju

    Bidang perdagangan menjadi salah satu fokus komitmen. Indonesia dan Vietnam sepakat akan terus menggali potensi dan mengembangkan tren perdagangan kedua negara yang terus meningkat beberapa waktu terakhir.

    "Dalam tiga tahun belakangan ini tren perdagangan cukup baik dan mencapai nilai US$ 6,8 miliar. Kami ingin nantinya pada tahun 2020 perdagangan bisa mencapai USD10 miliar," kata Jokowi usai pertemuan, seperti dilansir keterangan tertulis Biro Pers Sekretariat Presiden, Selasa, 11 September 2018.

    Salah satu upaya yang hendak dilakukan kedua negara ialah menghilangkan hambatan perdagangan yang saat ini masih terjadi. Salah satunya, ekspor produk otomotif Indonesia. Jokowi secaea khusus meminta perhatian Presiden Trn i Quang terhadap masalah tersebut.

    Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menyampaikan keinginan investor Indonesia untuk mengembangkan investasinya di Vietnam. Mereka merupakan salah satu investor tertua dan pertama yang ada di Vietnam. Dia ingin para investor tersebut dilindungi dan diberikan perlakuan adil dan baik.

    "Oleh sebab itu, tadi saya menitipkan kepada Presiden Trn i Quang untuk dapat melindungi investor Indonesia dan memberikan perlakuan yang adil dan baik," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Vietnam seperti dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden, 11 September 2018.

    Indonesia dan Vietnam juga sepakat bekerja sama dalam hal pemberantasan pencurian ikan ilegal di perairan masing-masing. Kedua negara juga sepakat untuk mengintensifkan penyelesaian pembahasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

    Di bidang perdamaian, Jokowi menyinggung masalah Laut Tiongkok Selatan (LTS). Indonesia menyambut baik kemajuan dari proses negosiasi code of conduct di LTS. "Hal ini tentu akan berkontribusi besar dalam memastikan Laut Tiongkok Selatan menjadi kawasan yang aman, adil, dan damai," katanya.

    Simak juga: Jokowi Ingin Sungai Ciliwung Bersih, Ini Tantangannya

    Seluruh kerja sama itu disepakati dengan penandatangan dua nota kesepahaman yang disaksikan langsung oleh Jokowi dan Trn i Quang. Kedua nota kesepahaman dimaksud antara lain Rencana Aksi Kemitraan Strategis Indonesia-Vietnam 2019-2023 yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Luar Negeri Vietnam.

    Ahmad Faiz


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.