Minggu, 18 November 2018

Jokowi Teken MoU Soal Pencurian Ikan Ilegal dengan Vietnam

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Presiden Vietnam Tran Dai Quang setelah mengikuti upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa, 11 September 2018. Bullit Marquez/Pool via REUTERS

    Presiden Jokowi berbincang dengan Presiden Vietnam Tran Dai Quang setelah mengikuti upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa, 11 September 2018. Bullit Marquez/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melawat ke Vietnam pada Selasa, 11 September 2018. Dalam kunjungan kenegaraan itu, Jokowi bertemu dengan Presiden Vietnam Trn i Quang. Kedua negara bahkan sepakat untuk menjalin kerja sama di beberapa bidang.

    Baca: Jokowi di Korea Selatan: Dari Changdeok, Ciliwung, Hingga Suju

    Dalam kunjungan kenegaraan ini, pemerintah Indonesia dan Vietnam menandatangani nota kesepahaman tentang Rencana Aksi Kemitraan Strategis Indonesia-Vietnam 2019-2023 untuk memberantas pencurian ikan ilegal di perairan masing-masing.

    "Oleh karena itu, pemerintah menandatangani joint communique illegal, unreported, and unregulated Fishing pada kunjungan ini. Ini sangat penting artinya," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Vietnam dikutip dari keterangan pers Sekretariat Presiden, 11 September 2018.

    Selain itu, ada pula penandatanganan terkait mempromosikan tata kelola perikanan berkelanjutan yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam.

    Jokowi mengatakan ia dan Trn i Quang turut sepakat untuk mengintensifkan penyelesaian pembahasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kedua negara.

    Simak juga: Jokowi Ingin Daya Tarik Sungai Korea Pada Ciliwung, Mungkinkah?

    Sementara itu, di bidang perdamaian, Jokowi menyinggung masalah Laut Tiongkok Selatan (LTS). Indonesia menyambut baik kemajuan dari proses negosiasi code of conduct di LTS. "Hal ini tentu akan berkontribusi besar dalam memastikan Laut Tiongkok Selatan menjadi kawasan yang aman, adil, dan damai," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.