Kamis, 20 September 2018

Sandiaga Uno Minta Masyarakat Tak Bully Tempe Setipis Kartu ATM

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno meminum teh saat mengunjungi kedai kopi Tak Kie, Glodok, Jakarta Barat, 11 September 2018. Sandiaga Uno bersepeda dari kediamannya untuk mengunjungi kedai kopi Tak Kie dan memangkas rambut di Ko Tang di Gang Gloria, Glodok. TEMPO/M Rosseno Aji

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno meminum teh saat mengunjungi kedai kopi Tak Kie, Glodok, Jakarta Barat, 11 September 2018. Sandiaga Uno bersepeda dari kediamannya untuk mengunjungi kedai kopi Tak Kie dan memangkas rambut di Ko Tang di Gang Gloria, Glodok. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno meminta masyarakat tidak mencemooh atau mem-bully pernyataannya mengenai tempe setipis kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Menurut dia, hal itu adalah pernyataan yang disampaikan masyarakat langsung kepada dirinya.

    Baca: Sandiaga Yakin Partai Demokrat Tak Main Dua Kaki di Pilpres 2019

    "Yang saya sampaikan itu adalah suara rakyat, kata demi kata itu yang disampaikan mereka," katanya di Glodok, Jakarta Barat, Selasa, 11 September 2018.

    Sebelumnya, pernyataan tempe setipis kartu ATM ramai diperbincangkan setelah Sandiaga melontarkan hal itu beberapa waktu lalu. Sandiaga mengatakan mendapat keluhan masyarakat tentang kondisi ekonomi. Salah satunya dari seorang warga bernama Yuli di Duren Sawit.

    "Tempe katanya sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya udah hampir sama dengan kartu ATM. Ibu Yuli di Duren Sawit kemarin bilang jualan tahunya sekarang dikecilin ukurannya," ujar Sandiaga, Jumat pekan lalu.

    Sandiaga tak menampik bila ungkapan tempe setipis kartu ATM mungkin terkesan berlebihan. Namun, menurut dia, hal itu merupakan ekspresi jeritan masyarakat. "Apakah ini hiperbolis? Mungkin, tapi itu yang disampaikan masyarakat. Kita enggak boleh mem-bully," ucapnya.

    Baca: Buni Yani ke Timses Prabowo? Sandiaga: Harus Disepakati Koalisi

    Menurut Sandiaga, munculnya cemoohan dari masyarakat membuktikan jurang sosial yang makin lebar. Masyarakat kelas menengah ke atas, kata dia, tidak bisa memahami kondisi masyarakat kelas menengah ke bawah. "Ini adalah diskoneksi antara pikiran kelas menengah ke atas dan apa yang dirasakan masyarakat menengah ke bawah," tuturnya.

    Pernyataan Sandiaga tentang ukuran tempe di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar sebelumnya ramai diperbincangkan. Sejumlah pendukung calon presiden inkumben Joko Widodo menimpali pernyataan Sandiaga. Direktur Relawan Tim Sukses Koalisi Indonesia Kerja Maman Imanulhaq mengatakan pernyataan Sandiaga tak sesuai dengan kenyataan. Di jagat maya berseliweran meme sindiran mengenai pernyataan tempe setipis kartu ATM itu. "Saya sudah cek di warteg, tempe masih gede-gede betul," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.