Kader Demokrat ke Jokowi, Gerindra: di Sana Juga Ada yang ke Sini

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di depan rumah Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Wartawan mulai menunggu di depan rumah Prabowo Subianto terkait dengan rencana deklarasi calon wakil presiden malam ini. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di depan rumah Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Wartawan mulai menunggu di depan rumah Prabowo Subianto terkait dengan rencana deklarasi calon wakil presiden malam ini. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan perbedaan pendapat dan sikap bahkan di internal partai merupakan hal yang lazim di setiap pesta demokrasi. Pernyataan Ahmad Muzani ini merespon kabar Partai Demokrat yang akan memberikan dispensasi kepada beberapa kader di daerah untuk mendukung Calon Presiden Inkumben Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. 

    Baca: Satu Lagi, Kader Demokrat Ini Dipastikan Dukung Jokowi

    "Setiap pemilihan bupati, wali kota, gubernur, tidak ada satu partai pun yang solid mendukung calon yang telah direkomendasi partai," kata Muzani di Jalan Daksa I Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018.

    Muzani menuturkan perbedaan pendapat dan sikap semacam ini selalu terjadi termasuk di pemilihan presiden yang lalu. "Emangnya sebelah sana enggak ada yang mau kemari, eh banyak," kata Muzani sembari bergegas masuk mobil dan meninggalkan lokasi.

    Sebelumnya, Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, Demokrat mempertimbangkan memberi rekomendasi kepada kader di sejumlah daerah untuk mendukung Calon Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. Mereka kemungkinan tak akan diwajibkan mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang diusung Demokrat.

    Menurut Ferdinand, pertimbangan itu muncul lantaran tingginya animo kader dan masyarakat untuk mendukung Jokowi. Salah satu daerah yang dipertimbangkan ialah Papua. Sebab, kata Ferdinand, hasil koordinasi di daerah menunjukkan sebanyak 92 persen kader ingin berkoalisi dengan Jokowi di Pilpres 2019.

    Kader Demokrat yang menyatakan mendukung Jokowi ialah Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas mengatakan siap mendukung dan memenangkan capres inkumben itu di provinsi Papua.

    Simak juga: Politikus Golkar Yakin Akar Rumput Demokrat Dukung Jokowi

    Ferdinand berujar, partai juga tak ingin kader di wilayah kesulitan menghadapi pemilihan legislatif 2019 lantaran harus mengikuti kebijakan partai. Namun, dia mengatakan Demokrat bakal mencari formula yang pas untuk menyikapi persoalan kader yang ingin mendukung Jokowi - Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.