Polri Bantah Kabar Akan Gelar Operasi Cipta Kondisi Bulan Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memberikan keterangan pers mengenai penyergapan teroris. di Mabes Polri, Jakarta, 13 Mei 2018. Selain menggeledah rumah terduga teroris di Tambun, Tim Densus 88 menembak empat terduga teroris anggota JAD di Terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Hafidz Mubarak

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memberikan keterangan pers mengenai penyergapan teroris. di Mabes Polri, Jakarta, 13 Mei 2018. Selain menggeledah rumah terduga teroris di Tambun, Tim Densus 88 menembak empat terduga teroris anggota JAD di Terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Hafidz Mubarak

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto membantah kabar yang menyebut bahwa Polri akan kembali melakukan Operasi Cipta Kondisi selama sebulan.

    Baca: Polisi Tangkap 784 Pelaku Kasus Narkotika dalam Sepekan

    "Itu hoax, bukan dari saya. Kalau resmi, akan kami undang untuk menyampaikan operasi ini," ujar Setyo melalui pesan singkat, Senin, 10 September 2018.

    Dalam imbauan yang beredar, Polri berencana merazia kendaraan, aksi premanisme, dan narkotika. Operasi itu rencananya dilaksanakan selama sebulan, mulai 11 September sampai 11 Oktober 2018.

    Baca juga: Mau Pemilu 2019, Polisi Ajak Media Hindari Nara Sumber Provokatif

    Setyo meminta kepada masyarakat agar lebih bijak menerima informasi yang beredar di media sosial. Imbauan tersebut, kata Setyo, juga sudah diklarifikasi dalam akun Instagram resmi @DIVISIHUMASPOLRI

    "Setiap ada kegiatan atau informasi resmi, pasti kami umumkan dan unggah di akun resmi Polri," ucap Setyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.