Kamis, 20 September 2018

Dana Desa di Tatung Hasilkan Wisata Baru dan Atlet Paralayang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turnamen paralayang di Gunung Gede, Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo, Minggu, 9 September 2018.

    Turnamen paralayang di Gunung Gede, Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo, Minggu, 9 September 2018.

    INFO NASIONAL - Keberhasilan dana desa yang digelontorkan selama hampir empat tahun terakhir telah dirasakan masyarakat desa, terutama tumbuhnya potensi desa berupa wisata baru yang ada di desa-desa. 

    Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi saat menutup turnamen paralayang, yang dilakasanakan di Gunung Gede, Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo, Minggu, 9 September 2018.

    "Terima kasih untuk Desa Tatung yang menggunakan dana desa untuk pembangunan Wisata Baru Desa berupa wahana paralayang," ujar Anwar.

    Menurut dia, pemerintah pusat sangat mengapresiasi dan akan mendukung penuh kegiatan tersebut, sehingga nantinya menjadi wahana paralayang tingkat nasional.

    Kegiatan tunamen paralayang Jawa Timur ini merupakan kali ke-4 yang diselenggarakan di sana. Kegiatan ini diprakarsai Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Dari kegiatan ini, diharapkan dapat menghasilkan atlet-atlet paralayang lokal yang bakal menjadi atlet nasional. "Sehingga cabang paralayang bisa menjadi penyumbang emas di semua event kejuaraan," kata Anwar.

    Di tempat berbeda, Ketua FASI Jawa Timur Arif Eko Wahyudi mengatakan, penemuan lokasi baru untuk wahana paralayang di Jawa Timur ini sangat diharapkan dapat memunculkan atlet-atlet paralayang baru yang bisa diandalkan untuk kejuaraan tingkat nasional. Ia menambahkan, nantinya dengan adanya wahana baru paralayang yang ada di Gunung Gede, Desa Tatung, akan menggerakkan olahraga paralayang tidak hanya bisa dinikmati masyarakat elite, tapi juga menjadi ajang bakat pemuda desa. "Menjadi salah satu perlombaan rutin yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ada di desa tiap tahun," ucapnya.

    Event turnamen paralayang seri ke-4 ini, sebelumnya dilaksanakan kali pertama di Kabupaten Tulungagung, kedua di Kabupaten Pacitan, ketiga di Kabupaten Trenggalek, dan keempat di Kabupaten Ponorogo. 

    Turnamen yang diikuti sebanyak 74 atlet paralayang dari daerah-daerah di Jawa Timur itu menghasilkan pemenang Kategori Senior Putra. Peringkat pertama adalah Sutrisno dari Kabupaten Malang, kedua Bayu Krisna dari Kota Batu, ketiga Ikhwan Hadi dari Kota Batu. Selanjutnya, untuk Kategori Junior Putra dimenangkan Alkindi Akbar dari Kota Malang sebagai juara pertama, kedua Timbul Prasetyo dari Kota Batu, ketiga Evelin dari Kota Batu. Untuk Kategori Junior Putri dimenangkan Dessy Ramadani dari Kota Batu sebagai juara permata, kedua Langking A.P dari Kabupaten Tuban, dan ketiga Jeannette Christesha B dari kota Batu.

    Kepala Desa Tatung Rudi Susiarto mengatakan, pemerintah desa akan terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan, terutama di wilayah infrastruktur pada wahana paralayang di Gunung Gede. Dia berharap, wahana paralayang ini menjadi salah satu destinasi wisata baru yang ada di Desa Tatung dan satu-satunya di Kabupaten Ponorogo, dengan memanfaatkan dana desa untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi wahana paralayang Gunung Gede. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.