Gubernur Viktor Laiskodat Ancam Patahkan Kaki Pelaku Trafficking

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Viktor Laiskodat (kanan) dan Josef Nae Soi (kiri) setelah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Viktor Laiskodat (kanan) dan Josef Nae Soi (kiri) setelah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat mengancam akan mematahkan kaki para pelaku perdagangan orang atau human trafficking, karena masalah ini sudah sangat meresahkan.

    Baca juga: Kepolisian Ungkap Tujuh Jejaring Perdagangan Manusia NTT  

    "Saya minta aparat keamanan untuk patahkan kaki para pelaku perdagangan orang, dan berikan ke Gubernur. Nanti Gubernur yang kasih uang," kata Viktor Laiskodat saat pidato perdana di Gedung DPRD NTT, Senin, 10 September 2018.

    Viktor menegaskan mulai saat ini pihaknya telah mengeluarkan kebijakan untuk moratorium TKI asal NTT. Karena perdagangan manusia adalah modus baru perbudakan di NTT.

    Dia menyebutkan moratorium ini wajib dilakukan, karena setiap tahun angka kematian TKI yang dikirim pulang terus mengalami peningkatan. Pada 2017 terdapat 62 TKI yang dikirim pulang dalam keadaan meninggal dan 2018 sudah 72 jenasah yang dipulangkan dari luar negeri.

    "Saya menduga masih banyak TKI asal NTT yang meninggal, namun tidak dikirim pulang," katanya.

    Baca juga: 7 Terdakwa Human Trafficking di NTT Divonis 3-5 Tahun Penjara

    Masalah ini, kata Viktor Laiskodat, bukan masalah angka, tapi sesuatu yang serius. Karena itu, mafia trafficking harus diberantas hingga akar-akarnya.

    Viktor Laiskodat mengatakan para calon TKI yang ada di desa-desa akan diberdayakan dan diberikan modal usaha untuk berwira usaha. "Mereka akan diberdayakan dan diberi modal kerja untuk berwira usaha," katanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.