Libur Tahun Baru Islam, 1 Muharam, dan Tradisi Malam 1 Sura

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat bersiap merebut tumpeng dan gunungan hasil bumi di Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, 13 Oktober 2015. Menyambut 1 Suro (1 Muharam 1437 hijriah) masyarakat melakukan tradisi tahunan Grebeg Tumpeng Suro yang bertujuan untuk mengucap rasa syukur atas rejeki yang berlimpah. ANTARA FOTO

    Masyarakat bersiap merebut tumpeng dan gunungan hasil bumi di Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, 13 Oktober 2015. Menyambut 1 Suro (1 Muharam 1437 hijriah) masyarakat melakukan tradisi tahunan Grebeg Tumpeng Suro yang bertujuan untuk mengucap rasa syukur atas rejeki yang berlimpah. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah jatuh pada Selasa, 11 September 2018, yang ditandai dengan libur nasional. Muslim diberbagai tempat mengadakan kegiatan seperti karnaval, berdoa saat 1 Muharam dan upacara adat yang dikenal dengan tradisi malam 1 Sura atau Suran Agung.

    Di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, contohnya. Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia setempat mengadakan pawai pada Selasa, 11 September 2018.  Acara keliling Kota Baturaja ini diikuti oleh sekitar 8.000 peserta, yang sebagian besar para pelajar.

    "Ini dalam rangka menyemarakkan pergantian Tahun Baru Islam," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Ogan Komering Ulu, Rokhmat Subekti. "Panitia juga menyediakan hadiah bagi peserta pawai yang memenangkan undian."

    Sedangkan di Madiun, Jawa Timur, Kepolisian setempat menyiapkan sebanyak 1.230 personel gabungan. Mereka akan bertugas menjaga keamanan yang diberi nama Operasi Aman Sura 2018. Dalam perayaan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah atau malam 1 Suro dimeriahkan tampilnya dua padepokan silat di wilayah ini.

    Ratusan peserta mengikuti pawai obor saat menyambut Tahun Baru Islam 1439 Hijriah di Buaran, Jakarta, 20 September 2017. Ratusan orang melakukan pawai sambil membawa obor dan berbagai ornamen lain. TEMPO/Ilham Fikri

    "Kami juga melibatkan personel dari TNI dan pemerintah daerah," kata Kapolres Madiun Kota Ajun Komisaris Besar Nasrun Pasaribu. Yang dimaksud personel gabungan, kata Nasrun, aparat yang dikerahkan merupakan anggota Polres Madiun Kota, Polres Madiun, Polres Ngawi, Polres Magetan, dan Polres Ponorogo, dan Polres Nganjuk.

    Menurut Nasrun, Operasi Aman Sura 2018 berlangsung selama 11 hari yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai 8-13 September 2018 untuk pengamanan kegiatan nyekar atau ziarah makam para pendiri perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate.

    Sedangkan tahap kedua dilaksanakan 21-25 September 2018 untuk pengamanan kegiatan Suran Agung oleh anggota Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda. "Kami sepakat agar saat pelaksanaan Sura tidak ada mobilisasi massa ke wilayah Kota Madiun," tutur Nasrun.

    Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Kota Madiun Moerdjoko menyatakan seluruh perguruan pencak silat di Madiun menyambut baik keputusan yang telah disepakati. "Perguruan siap menjalankan komitmen. Seluruh perguruan juga sepakat menjaga keamanan di bulan Sura tahun ini dengan tidak mengerahkan massa dalam jumlah besar terutama dari luar Kota Madiun," kata Moerdjoko.

    Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto mengapresiasi upaya kepolisian dan komitmen para perguruan pencak silat di Madiun yang tidak melakukan pengerahan massa saat 1 Sura dan Suran Agung. " Saya berharap dengan komitmen bersama kepolisian, perguruan pencak silat, dan pemda, Madiun dan sekitar tetap aman."

    Perayaan Tahun Baru Islam juga digelar Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Acaranya memberi santunan bagi anak yatim. "Dengan kehadiran ratusan anak yatim dan pemberian santunan, semoga doa mereka bisa terkabul," kata Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Minggu, 9 September 2018.

    Peringatan 1 Muharam di Mataram dilaksanakan pada Senin ini, 10 September 2018 di halaman kantor Wali Kota dan dibuka untuk umum. "Mudah-mudahan dengan doa dan zikir  menyambut Tahun Baru Islam bisa dikabulkan dan Mataram bisa segera kembali  pulih," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.