Kamis, 20 September 2018

Dirjen PDT: Perlu Pemanfaatan Ekonomi Digital di Daerah Tertinggal

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Samsul Widodo, Sabtu, 8 September 2018, memberi kuliah umum di Universitas Samawa dengan tema

    Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Samsul Widodo, Sabtu, 8 September 2018, memberi kuliah umum di Universitas Samawa dengan tema "Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Pengembangan Ekonomi Digital".

    INFO NASIONAL - Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Samsul Widodo, Sabtu, 8 September 2018, memberi kuliah umum di Universitas Samawa dengan tema “Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Pengembangan Ekonomi Digital”. Kuliah umum diadakan di auditorium Universitas Samawa di Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

    Kuliah umum tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Samawa, Syafruddin, yang dihadiri oleh wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua program studi, dosen dan mahasiswa/mahasiswi. Selain civitas akademika Universitas Samawa, kuliah umum tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. 

    Dalam sambutannya, Syafruddin menyampaikan bahwa Universitas Samawa membutuhkan pemikiran dan semangat maju dalam dunia pendidikan. Ia mengatakan, kuliah umum dari Dirjen PDT sesuatu yang mahal. "Ilmu dan pengetahuan itu mahal, namun kuliah umum ini didapatkan gratis dari dirjen PDT," ujarnya.

    Dalam kuliah umumnya, Dirjen PDT  Samsul Widodo menyampaikan perlunya pemanfaatan potensi ekonomi digital untuk pemasaran produk unggulan di daerah tertinggal, sehingga petani dapat menjual produknya secara langsung kepada konsumen tanpa melalui tengkulak. "Potensi ekonomi digital ini didukung dengan tingkat pengguna internet di Indonesia yang besar. Berdasarkan hasil survei tahun 2017, sebanyak 54,68 persen dari populasi penduduk Indonesia merupakan pengguna internet.

    Selanjutnya, Samsul Widodo berharap, Sumbawa dapat menjual ikan hasil tangkap dari Sumbawa hingga ekspor, karena Sumbawa memiliki potensi ikan hasil laut yang besar. Hal tersebut dia lihat dari hasil laut yang ditemukan tim Ditjen PDT di Sumbawa, terdapat ikan tuna seberat 55 kilogra per ekor.

    Ditjen PDT Bersama PT. Aruna Jaya Nuswantara akan menampilkan ikan tersebut di booth Kemendes PDTT pada Expo Maritim di Pelabuhan Badas dalam rangka Sail Moyo Tambora 2018. 

    Samsul Widodo pun mengimbau para peserta kuliah umum yag hadir saat itu untuk berkunjung ke expo tersebut. “Di sana dapat mengamati dan berdiskusi dengan para pelaku-pelaku ekonomi digital yang telah bekerja sama dengan Ditjen PDT, sehingga dapat inspirasi untuk dapat menjual ikan hasil laut Sumbawa melalui online seperti www.pasarlaut.com,” ujarnya.

    Selain PT. Aruna Jaya Nuswantara, Kementerian Desa PDTT melalui Ditjen PDT, pada Expo Maritim Sail Moyo Tambora juga turut menghadirkan CEO Eco Fashion Week, Merdi Sihombing. Melalui pelatihan yang dilakukan dalam lima hari, dapat  memproduksi selembar kain. Bahkan kain tenunnya tipis. Hal ini sangat siginifikan, karena biasanya dalam sebulan hanya dapat memproduksi selembar. Hal ini dapat diimplementasikan melalui pelatihan teknik oleh Merdi Sihombing, yang selain mendidik teknik juga dilakukan pelatihan penggunaan pewarna alami. "Selain meningkatkan produktivitas juga turut bersumbangsih menjaga kelestarian lingkungan," ucapnya.

    Samsul Widodo menyampaikan, kehadirannya di Sumbawa dalam rangka acara Sail Moyo Tambora 2018. Ia berharap, melalui kuliah umum ini bisa membangun sumber daya manusia di Sumbawa ini ke masa depan yang lebih baik. "Kita adalah ekonomi digital, Sumbawa punya pasar yang besar seperti Lombok dan Bali. Oleh karena itu Sumbawa pasti bisa," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.