Selasa, 18 September 2018

HNW: Cita-cita Pendiri Bangsa adalah Membentuk NKRI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat Sosialisasi Empat Pilar di hadapan warga Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 September 2018. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat Sosialisasi Empat Pilar di hadapan warga Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 September 2018. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL-- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak kepada semua kalangan untuk meningkatkan pemahaman kepada dasar negara Indonesia agar dapat meneruskan cita-cita para pendiri bangsa.
     
    Dikatakan para pendiri bangsa berasal dari berbagai profesi, kalangan, dan asal usul. Disebut mereka berasal dari berbagai ormas. "Ada NU, Muhammadiyah, Sarekat Islam, dan lain sebagainya. Mereka semua yang datang dari berbagai kalangan bisa bersepakat untuk Indonesia," ujar pria alumni Pondok Gontor itu saat Sosialisasi Empat Pilar,
    di hadapan warga Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 September 2018.
     
    Hal demikianlah yang menurut Hidayat Nur Wahid perlu disegarkan agar kita cinta pada dasar negara Indonesia.
     
    Dalam kesempatan itu, Hidayat Nur Wahid mengulas peran umat Islam dalam proses perjalanan bangsa. Dikatakan umat Islam telah menyelamatkan Indonesia dari perpecahan. Pria asal Klaten itu memaparkan Pancasila yang disepakati pada 22 Juni 1945 pada Sila I berbunyi Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya. "Pancasila 22 Juni 1945 disepakati oleh semua," ujarnya.
     
    Peran umat Islam pada masa genting juga terjadi ketika Belanda dengan segala upaya ingin menjajah kembali Indonesia. Belanda dengan berbagai cara mencerai beraikan Indonesia dengan berbagai perjanjian. Wilayah Indonesia yang luasnya dari Sabang sampai Merauke karena perjanjian yang dilakukan membuat wilayah Indonesia tercerai berai dalam berbagai negara. Disebut ada Sumatera, Madura, Sulawesi, Pasundan, dan banyak wilayah lainnya.
     
    Melihat hal yang demikian, Hidayat Nur Wahid mengatakan ada tokoh umat Islam yang juga politisi tak rela Indonesia menyimpang dari cita cita pendiri bangsa. "Cita-cita pendiri bangsa bentuk negara Indonesia adalah NKRI," katanya.
     
    Tokoh yang bernama Muhammad Natsir dari Masyumi itu menurut Hidayat Nur Wahid pada tahun 1950 melakukan lobi kepada politisi parlemen. "Natsir mengeluarkan mosi integral agar Indonesia kembali ke bentuk NKRI. Pada masa itu bentuk Indonesia RIS akibat perjanjian dengan Belanda," ucapnya.
     
    Natsir, lanjut HNW, mengeluarkan mosi integral karena RIS bukan cita-cita pendiri bangsa. Apa yang diperjuangkan Natsir itu diterima oleh Soekarno, Hatta, politisi parlemen, dan seluruh rakyat Indonesia.
     
    "Berkat Natsir akhirnya pada 17 Agustus 1950 bangsa Indonesia kembali ke NKRI," ujarnya. Dari sejarah tersebut Hidayat Nur Wahid menyebut banyak peran umat Islam untuk Indonesia. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.