Tahun Politik, Pemuda Muhammadiyah Minta Jusuf Kalla Penengah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memberikan sambutan dalam Upacara Penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad, 2 September 2018. ANTARA/INASGOC/Puspa Perwitasari

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memberikan sambutan dalam Upacara Penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad, 2 September 2018. ANTARA/INASGOC/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi penengah dalam kontestasi politik saat ini,  terkait Pilpres 2019 dan Pemilu Legislatif. Pria yang akrab disapa JK itu dinilai mampu meredam situasi yang memanas.

    Dahnil menyadari bahwa Jusuf Kalla telah mengambil sikap mendukung Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019. "Tapi kami tetap berharap Pak JK bisa menjadi tokoh bangsa yang tengahan untuk meredam situasi kontestasi politik yang panas," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

    Baca : Di Depan Surya Paloh, Wapres JK Sebut NasDem Menjadi Golkar

    Dahnil meyakini masukan JK dapat didengar kedua kubu dengan baik. JK dianggap sebagai sosok yang dapat diterima semua kalangan, mulai dari pengusaha hingga kalangan beragama.

    Permintaan itu ia sampaikan lantaran khawatir dengan kondisi politik saat ini. Menurut dia, politik Indonesia saat ini tidak menyenangkan. Politikus yang terlibat dianggap mudah terbawa perasaan alias baperan.

    "Maksudnya adalah politisi yang diisi anak-anak alay yang kemudian meributi sosial media kita dan tidak terbiasa dengan aktivism, tapi politik yang terbiasa dengan hape dan ngafe," katanya. Dahnil mengatakan, kondisi tersebut membuat perdebatan politik yang terjadi tidak membangun dan penuh ide. Debat lebih banyak menyerang pribadi.

    Simak juga :
    Reaksi Ahok Soal Pemilihan Daniel Mananta di A Man Called Ahok

    Menurut Dahnil, kondisi ini tak akan terjadi jika para elit politik bersikap dewasa. "Mereka harusnya juga terbiasa dengan kontestasi dan argumentasi yang beda-beda," kata dia.

    Para elit diminta tak menarik gerombolan karena akan memicu kericuhan politik. Dahnil berharap Jusuf Kalla mau mengingatkan para elit politik untuk mencegah kericuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.