Rabu, 14 November 2018

Tanam 10 Ribu Pohon, APP Sinar Mas Ikut Mempererat Kemitraan Indonesia dan Jepang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam rangka merayakan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jepang,APP Sinar Mas melakukan penanaman 10 ribu bibit pohon di Riau. (dok. APP Sinar Mas)

    Dalam rangka merayakan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jepang,APP Sinar Mas melakukan penanaman 10 ribu bibit pohon di Riau. (dok. APP Sinar Mas)

    INFO NASIONAL - Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas turut mempererat kemitraan Indonesia dan Jepang lewat penanaman 10.000 bibit pohon meranti bersama perwakilan bisnis kedua negara, the International Tropical Timer Organization (ITTO), Japan Agency for Environmental Business, serta pemerintah Indonesia di Minas Tahura, Riau.

    Kegiatan yang diadakan Jumat, 7 September 2018, ini menjadi bagian dari peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang turut ditandai dengan hubungan bisnis yang erat, termasuk ketika APP Sinar Mas menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang melebarkan sayapnya ke Jepang di awal tahun 1990-an.

    “Keberhasilan APP Sinar Mas mencatat perolehan 20 persen pangsa pasar kertas fotokopi di Jepang, mencerminkan kepercayaan konsumen Jepang pada kami sejak 25 tahun yang lalu. Tidak hanya dari sisi kualitas produk yang tinggi, tapi juga dari sisi komitmen kami dalam menjalankan bisnis berbasis kehutanan yang berkelanjutan,” ujar Chairman APP Sinar Mas Jepang Tan Ui Sian.

    Inisiatif penanaman pohon yang dilakukan APP Sinar Mas setiap tahun ini, merupakan tindaklanjut dari rekomendasi Profesor Akira Miyawaki dari Yokohama National University, Jepang. Dalam kunjungannya ke kawasan konservasi pemasok kayu APP Sinar Mas di tahun 2014, Profesor Miyawaki merekomendasikan penanaman spesies tumbuhan endemik untuk mempercepat pemulihan hutan yang rusak. Sejak itu, APP Sinar Mas bersama dengan berbagai mitra dan pemangku kepentingan, telah menanam lebih dari 32.000 pohon di lahan konservasi seluas 67 hektare melalui kegiatan tahunan tersebut.

    Sejak meluncurkan Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) pada  2013 silam, APP Sinar Mas telah menaruh prinsip-prinsip keberlanjutan sebagai penggerak utama bisnisnya. Hal ini sejalan pula dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yang diadopsi negara-negara dunia dua tahun kemudian demi menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

    “Kegiatan penanaman pohon hari ini, selain turut memperkuat kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Jepang, juga berkontribusi terhadap tiga dari 17 tujuan utama SDGs, yaitu mitigasi perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, dan mendukung kehidupan masyarakat,” ucap Tan, sembari menambahkan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan untuk yang kelima kalinya sejak 2014.

    Chairman of Japan Agency for Environmental Business Mitsunori Kamiya pun menegaskan pentingnya inisiatif semacam ini bagi masyarakat dan pasar Jepang. “Untuk mencapai SDGs di tahun 2030 mendatang, seluruh unsur masyarakat dunia termasuk sektor swasta Indonesia dan Jepang perlu bahu-membahu menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan,” kata Kamiya.

    Oleh karena itu, kata Kamiya, pihaknya sangat mengapresiasi APP Sinar Mas atas kerja sama penanaman pohon hari ini, maupun berbagai inisiatif lain yang telah diambil untuk memastikan keberlanjutan usahanya di bawah FCP.  

    FCP yang diluncurkan APP Sinar Mas terdiri atas empat komitmen utama, yaitu melindungi hutan alam, mengelola lahan gambut lebih baik, bermitra dengan masyarakat setempat, dan menerapkan rantai pasokan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut dijabarkan pula ke dalam Roadmap Keberlanjutan Visi 2020.

    APP Sinar Mas juga terus berinovasi menghasilkan produk-produk kertas yang berkelanjutan, termasuk produk kemasan yang dapat sepenuhnya terurai di alam. Di Jepang sendiri, selain untuk kertas fotokopi, APP Sinar Mas juga menjadi pilihan konsumen untuk produk-produk HVS cetak dan tisu. APP Sinar Mas juga terus mengembangkan pangsa pasarnya untuk produk kemasan dan specialty grade

    “APP Sinar Mas akan terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam menjalankan bisnis kami, sebagaimana tercermin dalam langkah kami untuk mulai menyusun roadmap keberlanjutan visi 2030, sembari terus berupaya memenuhi visi 2020. Kami berharap kesamaan visi ini akan terus menjadi kunci eratnya kemitraan bisnis kami dengan Jepang di masa mendatang,” kata Tan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?