Rabu, 19 Desember 2018

Ulang Tahun ke-24, AJI Usung Independensi Media di Tahun Politik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Forum Jurnalis Freelance melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Vonis ini dianggap ancaman bagi kebebasan pers dan kemunduran demokrasi di negara Myanmar. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Massa yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Forum Jurnalis Freelance melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Vonis ini dianggap ancaman bagi kebebasan pers dan kemunduran demokrasi di negara Myanmar. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia merayakan ulang tahun ke-24 dengan tema ‘Independensi di Tahun Politik’. Ketua AJI Indonesia Abdul Manan mengatakan tema ini diangkat karena Indonesia sudah memasuki tahun politik, yakni pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Independensi adalah sikap yang diperlukan oleh seorang jurnalis ketika memberitakan perhelatan akbar tersebut.

    Baca: AJI dan IJTI Desak Dewan Pers Revisi Tanggal Hari Pers Nasional

    “AJI sengaja memilih tema itu. Independensi ini tema yang secara definitif sulit dijelaskan. Tapi yang paling sulit sebenarnya adalah melaksanakannya,” kata Abdul di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat pada Jumat, 7 September 2018.

    AJI, kata Abdul, menempatkan prinsip independensi sebagai kunci dasar yang penting dalam dunia jurnalistik. Ia mengatakan, sejak 2016, AJI mencoba mengeksplorasi tema independensi. Salah satu hal yang AJI lakukan adalah menyusun kode perilaku.

    “Dan yang diatur dalam kode perilaku itu adalah sikap dalam bermain media sosial,” kata Abdul Manan. Menurut dia, tema ini sangat relevan dan dekat dengan situasi politik saat ini. Dalam kode perilaku itu, anggota AJI disarankan menahan diri menggunakan media sosial, sebagai alasan independensi.

    Manan melihat, media sosial dapat membentuk citra seorang jurnalis kepada khalayak umum dan sikap jurnalis itu sendiri. “Mengapa bermain media sosial berpengaruh ke independensi? Karena sikap jurnalis di media sosial dapat mempengaruhi citra dalam masyarakat,” kata dia. Ia mencontohkan, saat seseorang menulis hal-hal baik tentang Donald Trump, maka pengguna media sosial akan menilai bahwa ia pendukung Trump.

    “Itu bisa mempengaruhi jurnalis ketika berhubungan dengan narasumber, dan akhirnya bisa mengakibatkan jurnalis sulit mendekati kebenaran,” kata Abdul. Ia pun menegaskan lagi bahwa sikap independen menjadi hal yang penting.

    Baca juga: AJI Solo: Hari Pers Nasional Tanpa Pijakan Sejarah yang Kuat

    Dalam ulang tahun ini, AJI juga memaparkan dua program besar mereka yakni ‘Rumah Jurnalisme’ dan ‘Festival Media’. Rumah Jurnalisme adalah program crowdfunding AJI untuk menggalang dana bagi pembangunan kembali sekretariat AJI di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Sementara Festival Media adalah acara tahunan AJI untuk merayakan jurnalisme berkualitas. Tahun ini, Festival Media akan digelar di Pontianak, Kalimantan Barat pada 21-24 September 2018. 

    CATATAN KOREKSI: Judul berita ini dikoreksi pada Sabtu 8 September 2018 karena salah menuliskan usia Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Redaksi mohon maaf. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.