Kamis, 20 September 2018

Cak Imin Minta Pembangunan Infrastruktur di Lombok Dipercepat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar (dok. Humas MPR)

    Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar (dok. Humas MPR)

    INFO NASIONAL - Masyarakat Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, biasa menunaikan salat lima waktu, salat Jumat, dan salat sunnah lain, di Masjid Darul Falah. Namun selepas gempa yang melanda Lombok beberapa waktu lalu, masjid megah di desa itu mengalami kerusakan yang cukup berat. Akibatnya, masjid yang berkubah hijau itu tak bisa digunakan.

    Sebagai gantinya, masyarakat di sana mendirikan masjid darurat di salah satu lapangan desa. Wujud masjid darurat itu berupa lapangan bola voli, dengan bentuk bangunan beratap dan beralaskan terpal berwarna hijau yang dikelilingi terpal setinggi satu meter. Di sekeliling masjid, selain ada bilik-bilik kamar untuk MCK, juga ada kran-kran untuk wudhu.

    Pada Jumat, 7 September 2018, seperti umat Islam lain, masyarakat di sana menjalankan kewajiban salat Jumat. Hadir dalam salat Jumat itu, selain masyarakat juga ada Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Muhaimin Iskandar.

    Selepas salat Jumat, takmir mengumumkan kepada masyarakat, di tengah jemaah hadir Muhaimin. Dalam kesempatan itu, takmir juga mengungkapkan kepada pria yang akrab dipanggil Cak Imin itu, gempa yang terjadi melumpuhkan aktivitas masyarakat Lombok Utara.

    Menanggapi semua yang terjadi di Lombok, Cak Imin di hadapan jemaah salat Jumat mengatakan, kehadiran dia ke Lombok untuk melihat secara langsung apa yang terjadi. "Setelah melihat langsung, saya merasakan apa yang dirasakan para korban gempa Lombok," ujarnya.

    Menurut alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, musibah yang menimpa Lombok ini harus diterima dengan lapang dada, tawakal, dan terus berbenah. Bagi Cak Imin, musibah yang terjadi merupakan cara Allah untuk meningkatkan derajat umat-Nya untuk membangkitkan kehidupan dan kebahagiaan.

    Dia mengatakan, sebentar lagi umat Islam akan merayakan tahun baru Islam. Tahun baru Islam itu, diharapkan bisa menjadi tonggak kebangkitan masyarakat Lombok.

    Ia mengakui, penanganan gempa yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak sangat bagus. Bantuan dari berbagai pihak menunjukkan semua masyarakat di Indonesia sebagai keluarga. "Mereka dan para relawan mengamalkan apa yang diperintahkan agama,” katanya.

    Meski demikian, Cak Imin menegaskan perlunya percepatan pembangunan fasilitas umum di wilayah korban Lombok. "Infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat harus dipercepat pembangunannya,” tuturnya.

    Pembangunan fasilitas umum penting apalagi menghadapi musim hujan. Mantan Ketua Umum PB PMII itu akan benar-benar memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan gempa Lombok, dengan mengatakan masalah itu langsung kepada presiden dan pihak-pihak terkait. "Saya juga akan menyerukan kepada bangsa-bangsa di dunia agar membantu korban gempa Lombok,” ujarnya.

    Selepas mengunjungi korban gempa di Dusun Murpayung, Cak Imin menuju Dusun Lendang Galuh, di desa yang sama. Di dusun ini kondisinya serupa dengan Dusun Murpayung. Di tempat ini, pria asal Jombang, Jawa Timur, itu selain bertatap muka dengan para korban gempa juga memberi sumbangan.

    Seperti di tempat sebelumnya, dia mengajak semua untuk sabar dan tawakal dalam menghadapi bencana. Meski demikian, dia mengajak mereka untuk bangkit. Cak Imin menuturkan, Allah mempunyai niat baik dalam setiap kejadian. "Setelah bencana, kita bangkit sebagai bangsa yang maju dan siap menghadapi berbagai tantangan," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.