Ketika Zulkifli Hasan Jadi Motivator di Hadapan Mahasiswa Lampung

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan (ketiga dari kanan) sebelum menyampaikan sosialisasi Empat Pilar pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Jumat (7/9).

    Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan (ketiga dari kanan) sebelum menyampaikan sosialisasi Empat Pilar pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Jumat (7/9).

    INFO NASIONAL - Sebagai Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, sudah sering  menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar kepada berbagai elemen masyarakat. Terkadang, ia juga menyelipkan kiat-kiat sukses dalam kehidupan, layaknya seorang motivator.  Apalagi, Zulkifli sendiri memiliki banyak kisah inspiratif sebelum dirinya terjun ke kancah politik, kemudian sukses menjadi Menteri Kehutanan dan Ketua MPR RI.

    "Saya berasal dari keluarga miskin. Zaman saya kecil belum ada listrik, kalau malam kami pakai lampu teplok. Sehingga saat bangun pagi, yang pertama dibersihkan adalah lubang hidung, karena kotor akibat asap hitam," ucap Zulkifli Hasan disela kegiatannya menyampaikan sosialisasi Empat Pilar pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Jumat (7/9).

    Meskipun miskin, kata Zulkifli, ia tidak menyerah dengan keadaan. Ia pergi ke Jakarta dengan tekad memperbaiki nasib. Setelah tamat SLTA dan diterima sebagai PNS, mantan Menteri Kehutanan itu tidak puas, sehingga memilih keluar untuk berdagang. Pilihan hidupnya itu, membuahkan hasil. Sejak berdagang ia mendapat keuntungan berlipat, jauh melebihi penghasilannya sebagai PNS. Sejak itu ia mampu membeli mobil dan rumah.

    "Intinya, jangan cepat puas, terus bekerja keras pantang menyerah dan melakukan evaluasi. Kalau hari ini sama dengan kemarin berarti hidup kita merugi. Karena itu kita harus terus melakukan perubahan," kata Zulkifli disambut aplaus dari para mahasiswa.

    Kepada para mahasiswa Zulkifli Hasan mengingatkan, pada usia 23 tahun mereka harus bisa  mandiri. Karena itu, sejak dini harus rajin belajar, banyak baca buku, tidak gampang mengeluh, jujur, serta tidak suka menyalahkan orang lain.

    "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu  tidak mau merubah nasibnya sendiri. Karena itu kita harus percaya diri, dan mau bekerja keras, hanya dengan jalan itulah kita akan sukses," kata Ketua MPR itu di acara yang juga dihadiri oleh Direktur Polinela Dr. Ir. Sarono M. Si dan jajarannya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.