Kamis, 20 September 2018

BNPB Sebut Puncak Kekeringan Terjadi pada Agustus-September

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre air bersih gratis yang didistribusikan dari BPBD Kota Bandar Lampung di kepada warga Jalan Arief Rahman Hakim Gang Djaya Wayhalim, Bandar Lampung, Lampung, 15 September 2017. Sejak tiga bulan terakhir sejumlah mata air di daerah tersebut mengalami krisis air bersih karena dampak kekeringan akibat dilanda musim kemarau. ANTARA/Ardiansyah

    Warga mengantre air bersih gratis yang didistribusikan dari BPBD Kota Bandar Lampung di kepada warga Jalan Arief Rahman Hakim Gang Djaya Wayhalim, Bandar Lampung, Lampung, 15 September 2017. Sejak tiga bulan terakhir sejumlah mata air di daerah tersebut mengalami krisis air bersih karena dampak kekeringan akibat dilanda musim kemarau. ANTARA/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pihaknya memperkirakan musim kemarau di Indonesia akan berlangsung hingga September 2018.

    "Di mana puncak kekeringan berlangsung selama Agustus-September," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 September 2018.

    Baca: BNPB: 4,87 Juta Jiwa Terdampak Kekeringan

    Sutopo mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG telah memprediksi bahwa awal musim hujan akan terjadi pada Oktober, November dan Desember 2018. "Setiap wilayah berbeda-berbeda memasuki musim hujan," ujarnya. Sementara itu, puncak musim hujan 2018-2019 terjadi pada Januari-Februari 2019.

    Adapun saat ini masih ada sejumlah daerah yang mengalami kekeringan. Sutopo mengatakan daerah-daerah yang mengalami kekeringan saat ini adalah daerah-daerah yang hampir setiap tahun terjadi kekeringan antara lain Jawa dan Nusa Tenggara seperti di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Lampung. Sutopo mengatakan 4,87 juta jiwa terdampak kekeringan yang tersebar di 4.053 desa.

    Baca: Kekeringan Melanda Puluhan Desa di Jawa Barat

    Adapun, kata Sutopo, upaya jangka pendek yang dilakukan untuk mengatasi kekeringan saat ini telah dilakukan oleh BPBD dibantu SKPD, dunia usaha dan relawan dengan mengirimkan droping air bersih melalui mobil tangki air.

    Sutopo mengatakan jutaan liter telah didistribusikan kepada masyarakat. BPBD Provinsi Jawa Tengah dan 28 BPBD kabupaten/kota di Jawa Tengah telah mendistribusikan droping air bersih lebih dari 21,4 juta liter air menggunakan mobil tangki air. Begitu juga di Jawa Barat, BPBD mendistribusikan 4,3 juta liter air bersih, dan BPBD di Yogyakarta mendistribusikan lebih dari 6,5 juta liter air bersih.

    Baca: BMKG Sebut Musim Kemarau 2018 Akan Lebih Lama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.